Polemik banci jadi imam salat di buku fiqih
Merdeka.com - Polemik banci menjadi imam dalam salat berjamaah mencuat dalam buku fiqih sekolah Madrasah di Palembang, Sumatera Selatan. Di buku itu ditulis bahwa seorang banci dibolehkan menjadi imam salat.
Kasubag Inmas Kanwil Kementerian Agama (Kemenag) Sumsel Saefuddin Latief mengungkapkan, pihaknya mendapat informasi beredarnya buku tersebut dari wali murid yang mengaku resah karena di dalamnya memuat ajaran kontroversial.
Buku itu beredar di tiga MI (setingkat SD) di Palembang, yakni MI Khalifah dan Fatonah di kawasan Maskarebet, Talang Kelapa, dan MI Izzatuna di Jalan Tanjung Api-api, Palembang.
"Laporan yang baru kita terima ada tiga MI, semuanya di Palembang, untuk yang lainnya belum tahu. Kalau beredarnya sudah lama," kata Saefuddin.
Saefuddin memaparkan, buku fiqih itu merupakan bacaan tambahan murid kelas II MI yang diterbitkan Yudhistira kurikulum 2008. Pada halaman 82, terdapat kalimat secara yang gamblang, memperbolehkan banci sebagai imam salat.
"Di poin ketiga syarat menjadi imam, yakni banci apabila seluruh makmumnya perempuan. Ini yang bikin wali murid resah," terang Saefuddin.
Dari keterangan para guru, masih kata Saefuddin, buku itu tidak termasuk dalam buku pedoman wajib murid. Penerbit langsung menjual ke sekolah-sekolah tanpa berkoordinasi dengan Kementrian Agama Sumatera Selatan.
"Penyaluran buku itu tidak lewat kami, karena bukan buku wajib. Kami masih mencari sekolah mana lagi yang beredar buku itu," ujar Saefuddin.
Meski sudah cukup meresahkan wali murid sejumlah Madrasah Ibtidaiyah (MI) di Palembang, buku fiqih tersebut hingga kini belum ditarik. Alasannya, pihak terkait belum mendapat perintah dari Menteri Agama, Lukman Hakim Saifuddin.
"Temuan itu sudah disampaikan ke Kementerian Agama RI untuk dilakukan pengkajian. Masih dikaji Kemenag RI, jadi belum ditarik, belum ada instruksi," ujar Saefudin.
Saefuddin mengimbau para anak didik dan wali murid tidak menggunakan buku itu sebagai acuan, dan juga meminta supaya tidak terpancing dengan hasutan pihak ingin memperkeruh suasana.
"Tetap aman dan kendalikan emosi, karena masalah ini sedang ditindaklanjuti," pinta Saefudin. (mdk/cob)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya