Meski rupiah terus anjlok, Aher klaim krisis 1998 tak terulang
Menurut Aher, cadangan devisa Indonesia saat ini lebih dari cukup buat menyangga kekuatan ekonomi lokal.
Nilai tukar rupiah terhadap Dollar Amerika Serikat terus tertekan belakangan ini. Posisi terakhir pada Selasa (25/8), rupiah masih berada di atas Rp 14 ribu per Dollar AS.
Meski demikian, Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan meminta masyarakat tidak panik. Pria akrab disapa Aher itu meyakini keadaan ini tidak akan membuat ekonomi Indonesia terus terpuruk, hingga mengalami krisis moneter seperti terjadi pada 1998 silam.
"Insya Allah kejadian 1998 tak akan terjadi lagi," kata Aher, Rabu (26/8).
Aher ingin meyakinkan warganya kalau ekonomi Indonesia bisa kembali membaik. Namun, dia hanya menyandarkan pendapatnya dari argumen Bank Indonesia menyatakan rupiah bisa kembali menguat.
Aher menyampaikan beberapa alasan kalau faktor penyebab krisis ekonomi 1998 cukup berbeda dengan kondisi tahun ini. Menurut dia, selama di bawah kepemimpinan Presiden Joko Widodo, cadangan devisa negara per Juli 2015 mencapai USD 107 milliar. Menurut dia, nilai itu bisa memenuhi kebutuhan impor selama tujuh bulan.
Adapun pada 1998 silam, cadangan devisa Indonesia menurut Aher terpuruk di dan hanya sebesar USD 14,44 miliar.
"Sebagai wakil pemerintah pusat, saya klarifikasi berbagai hal, Insya Allah ekonomi kita akan membaik," ucap Aher.
Baca juga:
Harapan Aher di HUT Jabar ke-70, bangun bandara hingga 12 ruas tol
Gubernur Jabar: Please jangan mogok pedagang ayam
Atasi krisis, NasDem minta Jokowi harus gandeng tim ekonomi SBY
Hanura setuju Jokowi gandeng tim ekonomi SBY atasi ancaman krisis
Sepak terjang Habibie mampu turunkan harga dolar hingga Rp 6.500