Meski pernah dipenjara, Hamka jadi imam salat Jenazah Soekarno
"Bila aku mati kelak, minta kesediaan Hamka untuk menjadi imam salat jenazahku," kata Soekarno.
Selama hidupnya, Buya Hamka dikenal sebagai sosok yang selalu berusaha menghindari konflik sekecil apa pun dengan siapa pun. Selain itu, pria bernama lengkap Abdul Karim Amrullah ini juga dikenal sebagai pemaaf dan tidak pernah menaruh dendam.
Hal tersebut dibuktikan Hamka saat dia mendapat kabar tentang kematian Presiden Soekarno pada 16 Juni 1970. Dalam buku 'Ayah' karya Irfan Hamka, saat itu, ajudan Bung Karno datang langsung ke rumah Hamka dan menyampaikan pesan terakhir sang proklamator secara langsung.
"Bila aku mati kelak, minta kesediaan Hamka untuk menjadi imam salat jenazahku," demikian isi pesan Bung Karno kepada Hamka yang disampaikan ajudan.
Saat menerima kabar kematian Bung Karno, tanpa berpikir panjang, Hamka langsung berangkat ke Wisma Yaso, Jalan Gatot Subroto, Jakarta Selatan, tempat jenazah Bung Karno disemayamkan. Setibanya di Wisma Yaso, sejumlah pelayat telah memenuhi rumah duka, termasuk Presiden Soeharto.
Dengan mantap, Hamka yang pernah dipenjarakan Soekarno dengan tuduhan melakukan upaya pembunuhan yang tidak pernah bisa dibuktikan, menjadi imam salat jenazah. Dengan ikhlas, Hamka menunaikan permintaan terakhir sahabatnya tersebut.
Langkah Hamka ini kemudian mendapat tentangan dari teman-temannya. Banyak yang menyayangkan tindakannya tersebut. Soekarno dianggap sebagai seorang yang munafik, yang lebih dekat dengan golongan anti Tuhan dibandingkan umat Islam.
"Hanya Allah yang mengetahui seseorang itu munafik atau tidak. Yang jelas, sampai ajalnya, dia tetap seorang muslim. Kita wajib menyelenggarakan jenazahnya dengan baik," jawab Hamka.
Selanjutnya, ia pun menyanjung jasa Presiden Soekarno yang ditinggalkannya bagi bangsa ini. Di antara peninggalan Soekarno yang dianggap penting bagi umat Islam adalah, Masjid Baitul Rahim yang berada di Istana Negara dan Masjid Istiqlal yang merupakan masjid terbesar di Asia Tenggara.
"Mudah-mudahan jasanya dengan kedua masjid tersebut, dapat meringankan dosa Soekarno," ucap Hamka yang kemudian mendoakan sahabatnya tersebut.
Baca juga:
Sering serang Hamka, Pramoedya minta maaf melalui anak gadisnya
Bisa selesaikan Tafsir Al-Azhar, Hamka bersyukur dibui Soekarno
Disiplin ala Romo Mangun, tepat waktu dan makan wajib habis
Pemukiman Kali Code dimulai dari RT 127a
Mengenang Romo Mangun di bantaran Kali Code