LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. PERISTIWA

Menteri LHK Jelaskan Alasan Indonesia Masih Lakukan Deforestasi

"Kalau konsepnya tidak ada deforestasi, berarti tidak boleh ada jalan, lalu bagaimana dengan masyarakatnya, apakah mereka harus terisolasi? Sementara negara harus benar-benar hadir di tengah rakyatnya," kata Siti di acara Persatuan Pelajar Indonesia (PPI) di Universitas Glasgow.

2021-11-04 11:10:49
Menteri LH dan Kehutanan
Advertisement

Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Siti Nurbaya, menjelaskan alasan Indonesia masih melakukan deforestasi. Salah satunya untuk pembangunan jalan warga pedalaman di daerah Kalimantan dan Sumatera yang selama ini harus melewati jalan setapak di hutan.

"Kalau konsepnya tidak ada deforestasi, berarti tidak boleh ada jalan, lalu bagaimana dengan masyarakatnya, apakah mereka harus terisolasi? Sementara negara harus benar-benar hadir di tengah rakyatnya," kata Siti di acara Persatuan Pelajar Indonesia (PPI) di Universitas Glasgow, dikutip dalam keterangan pers, Kamis (4/11).

Data kementerian LHK, lebih dari 34 ribu desa berada di kawasan hutan dan sekitarnya. Dengan kondisi tersebut, Siti menilai perlu adanya deforestasi agar masyarakat memiliki akses jalan.

Advertisement

Dalam kesempatan yang sama, kata Siti, melalui agenda FoLU Net Carbon Sink, Indonesia menegaskan komitmen mengendalikan emisi dari sektor kehutanan dan penggunaan lahan sehingga terjadi netralitas karbon sektor kehutanan pada tahun 2030. Menurutnya, kekayaan alam Indonesia termasuk hutan harus dikelola pemanfaatannya menurut kaidah-kaidah berkelanjutan di samping tentu saja harus berkeadilan.

"Kita juga menolak penggunaan terminologi deforestasi yang tidak sesuai dengan kondisi yang ada di Indonesia," bebernya.

Dia mencontohkan seperti di negara Eropa sebatang pohon ditebang di belakang rumah yang masuk kategori deforestasi. Tetapi di Indonnesia, tentu tidak bisa langsung dikatakan demikian.

Advertisement

Oleh sebab itu, Siti mengajak semua pihak untuk berhati-hati memahami deforestasi dan tidak membandingkan terminologi deforestasi antar negara. Sebab akan ada perbedaan konsep dengan negara lainnya.

"Jadi harus ada compatibilty dalam hal metodologi bila akan dilakukan penilaian. Oleh karenanya pada konteks seperti ini jangan bicara sumir dan harus lebih detil. Bila perlu harus sangat rinci," bebernya.

Baca juga:
Janji di Atas Ingkar, Sederet Negara Ini Masih Gemar Menggunduli Hutan
Jokowi: Pengelolaan Hutan Harus Pertimbangan Lingkungan dengan Ekonomi dan Sosial
Presiden Jokowi & 100 Pemimpin Dunia Janji Hentikan Penggundulan Hutan pada 2030
Tinjau Korban Banjir, Mensos Harap Tak Ada Lagi Perusakan dan Penebangan Liar
Curi 44 Batang Pohon Sonokeling dari Hutan Negara di Buleleng, 3 Pembalak Masuk Bui
4 Tahun Kabur, Buronan Kasus Perusakan Hutan di Sambas Ditangkap
Polisi Tangkap Pelaku Perambahan Liar di Hutan NTB

(mdk/lia)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.