Mensos janjikan santunan Rp 15 juta untuk keluarga Intan korban bom
Kemensos beralasan belum bisa langsung memberikan Bantuan Santunan Kematian kepada keluarga Intan karena data-data Intan dan pihak keluarga belum masuk ke bagian administrasi Kemensos. Tim Kemensos akhirnya mendatangi kediaman keluarga Intan untuk mengambil data-data yang diperlukan. "
Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa mengatakan pemerintah akan memberi Bantuan Santunan Kematian sebesar Rp 15 juta kepada keluarga Intan Olivia, korban bom molotov di Gereja Oikumene, Samarinda, Kalimantan Timur. Hingga saat ini, Kementerian Sosial masih berkoordinasi dengan pihak keluarga korban.
"Kalau di Kemensos yang terkait dengan bencana alam dan bencana sosial itu ada Bantuan Santunan Kematian itu ada SOP (Standard Operating Prosedure)-nya Rp 15 juta," ungkap Khofifah di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Jumat (18/11).
Kemensos beralasan belum bisa langsung memberikan Bantuan Santunan Kematian kepada keluarga Intan karena data-data Intan dan pihak keluarga belum masuk ke bagian administrasi Kemensos.
"Kemarin sore rupanya datanya belum masuk. Karena polanya kan dananya ditransfer. Mungkin keluarganya juga masih berduka," ujar dia.
Dia menambahkan, tim Kemensos sudah mendatangi kediaman keluarga Intan untuk mengambil data-data yang diperlukan.
"Kemarin ada tim Kemensos yang ke kediaman, ya mungkin menunggu masa duka keluarga. Jadi ada simpati dan empati dari kita semua," kata Khofifah mengakhiri.
Seperti diketahui, Intan Olivia (2) meninggal dunia sekitar pukul 03.45 Wita, Senin 14 November 2016 dini hari, setelah sempat menjalani perawatan di RSUD AW Syahranie.
Intan mengalami luka bakar yang cukup parah akibat terkena bom molotov di Gereja Oikumene, Samarinda, Kalimantan Timur pada Minggu (13/11) pagi.
Baca juga:
Kemensos beri santunan korban ledakan bom Gereja Oikumene
Menkeu pastikan Rp 15 juta untuk korban bom Intan Olivia segera cair
Khofifah dan Puan serahkan bantuan sosial non-tunai
Mensos terus koordinasi soal kondisi korban bom gereja di Samarinda
Mensos sebut bantuan nontunai lewat tabungan agar warga menabung
Polisi didesak ungkap dalang serangan bom gereja di Samarinda