LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. PERISTIWA

Mensos Idrus ogah bicara suap PLTU Riau, ajak diskusi kemiskinan

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terus mendalami kasus dugaan suap dalam proyek PLTU Riau-1. Menteri Sosial Idrus Marham dan Direktur Utama PLN Sofyan Basir diduga mengetahui banyak hal terkait proyek senilai USD 900 juta itu.

2018-08-03 16:25:03
Suap Proyek PLTU Riau
Advertisement

Nama Menteri Sosial Idrus Marham disebut-sebut mengetahui persis soal kasus dugaan suap PLTU Riau-1 yang menyeret mantan Wakil Ketua Komisi VII DPR Eni Maulani Saragih. Selain Idrus, Dirut PLN Sofyan Basir juga diduga mengetahui kasus ini.

Saat ditemui di kantornya, Idrus enggan bicara soal kasus tersebut. Dia mengajak diskusi mengenai persoalan angka kemiskinan yang belakangan menjadi polemik setelah pernyataan Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).

"Nanti saja ya nanti. Saya ini sekarang bicara kemiskinan. Nanti saja lain kali itu ya," tutur Idrus di Gedung Kementerian Sosial, Jakarta Pusat, Jumat (3/8).

Advertisement

Idrus memilih diam saat disinggung rekaman CCTV yang diperiksa Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Di dalamnya terdapat pertemuannya dengan tersangka dari dugaan kasus rasuah tersebut.

"Jangan. Nanti saja. Kan saya sudah jelaskan di sana dulu. Nanti saja," jelas Idrus.

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terus mendalami kasus dugaan suap dalam proyek PLTU Riau-1. Menteri Sosial Idrus Marham dan Direktur Utama PLN Sofyan Basir diduga mengetahui banyak hal terkait proyek senilai USD 900 juta itu.

Advertisement

"Iya kalau dipanggil sebagai saksi, dianggap yang bersangkutan mungkin mengetahui kasus tersebut," ujar Wakil Ketua KPK Laode Muhammad Syarif di Gedung KPK, Kuningan, Jakarta Selatan, Rabu 1 Agustus 2018.

Pemeriksaan terhadap Idrus Marham sendiri dalam kapasitasnya sebagai mantan Sekretaris Jenderal Partai Golkar. Idrus sudah dua kali diperiksa penyidik KPK untuk melengkapi berkas penyidikan tersangka mantan Wakil Ketua Komisi VII DPR Eni Maulani Saragih dan pengusaha Johanes B Kotjo.

Begitu juga dengan Sofyan Basir, dia sudah dua kali dipanggil penyidik KPK. Hanya saja, saat panggilan kedua, Sofyan tak bisa memberikan keterangan kepada penyidik lembaga antirasuah.

Dalam kasus ini, KPK baru menetapkan mantan Wakil Ketua Komisi VII DPR Eni Maulani Saragih dan pengusaha Johanes B Kotjo selaku pemilik Blackgold Natural Resources Limited sebagai tersangka. Eni diduga menerima suap sebesar Rp 4,8 miliar dari Johanes secara bertahap.

Proyek PLTU Riau-1 sendiri masuk dalam proyek 35.000 Megawatt yang rencananya bakal digarap Blackgold, PT Samantaka Batubara, PT Pembangkit Jawa-Bali, PT PLN Batubara dan China Huadian Engineering Co. Ltd.

Reporter: Nanda Perdana Putra
Sumber: Liputan6.com

Baca juga:
Suap PLTU Riau, KPK bidik pejabat dan korporasi
2 Kali diperiksa KPK, Idrus Marham & Sofyan Basir diduga banyak tahu suap PLTU Riau-1
Selidiki suap PLTU Riau, KPK cecar proses pengadaan ke Bos Blackgold
Alasan Dirut PLN mangkir dipanggil KPK
Dirut PLN mangkir panggilan KPK terkait kasus suap proyek PLTU Riau-1
KPK kembali panggil Dirut PLN terkait suap PLTU Riau-1

(mdk/noe)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.