Mensesneg: Istana Jaga Netralitas Pansel KPK
Untuk menjaga netralitas pansel KPK, dia mengaku, tidak berani berbincang dengan anggota Pansel KPK.
Menteri Sekretaris Negara Pratikno menegaskan, pembentukan Panitia Seleksi (Pansel) dilakukan secara transparan dan terbuka. Untuk menjaga netralitas pansel KPK, dia mengaku, tidak berani berbincang dengan anggota Pansel KPK.
"Dulu rapat pansel dulu di sini, kalau saya satu lift saja ngga berani. Kami jaga betul netralitas dan kami percaya kompetensi dan profesionalitas pansel yang dibentuk Presiden," kata Pratikno di Komplek Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Senin (29/7).
Koalisi Masyarakat Sipil mendapatkan informasi 'whistleblower' terkait jalannya seleksi calon pimpinan KPK. Ketua YLBHI Asfinawati menyebut ada orang yang seharusnya tidak lolos, malah diloloskan.
Asfinawati menyembunyikan identitas sumber tersebut. Dia menyebut ada beberapa informasi yang disampaikan kepada dirinya.
Pertama, ada peserta Capim KPK yang mendapat nilai kecil namun malah diloloskan. Bahkan, dari beberapa makalah peserta yang lolos tidak memenuhi syarat minimal jumlah halaman.
"Ada orang peserta nilai kecil tapi diloloskan," ujar Asfinawati saat jumpa pers di kantor YLBHI, Menteng, Jakarta Pusat, Minggu (28/7).
Selain itu, ada makalah capim KPK yang diberikan nama. Padahal aturan Pansel makalah tidak boleh dituliskan nama peserta. Hal tersebut demi menjaga kenetralan.
"Ada tulis nama tetap diloloskan," ucap Asfinawati.
Baca juga:
Usai Psikotes, Capim KPK akan Ikuti Profile Assessment Awal Agustus
Pansel KPK Bantah Loloskan Capim Tak Lulus Uji Seleksi
Pakar Hukum Sebut Capim KPK Wajib Laporkan Harta Kekayaan Sesuai UU KPK
Laode Pede Atasi 2 Soal Psikotes Capim KPK
Peserta Capim KPK Terbirit-birit ke Kamar Mandi Kejar Waktu Ujian Psikotes
Pansel Didesak Telusuri Rekam Jejak 3 Jenderal Polri Peserta Capim KPK