Menpora harap juara Porseni Politeknik ke-12 bisa masuk tim pelatnas
Menpora meminta para atlet yang menjadi juara nantinya dapat diseleksi agar dapat masuk dalam jajaran atlet pelatnas Indonesia untuk dipersiapkan di event SEA Games, Asian Games dan Olimpiade di masa yang akan datang
Menpora Imam Nahrawi membuka Pekan Olahraga dan Seni (Porseni) Politeknik ke-12 se-Indonesia tahun 2018 di Stadion Universitas Indonesia, Depok, Jawa Barat, Senin (3/9). Ia mengaku bangga atas terselenggaranya Porseni itu, karena tidak hanya sebagai konsolidasi politeknik tetapi juga untuk memupuk rasa kebersamaan, persatuan dan solidaritas bangsa yang semakin kuat dan hebat.
"Nilai yang dijunjung dalam olahraga adalah sportivitas, respek, fair play saling menghormati dan menghargai, Porseni ini diharapkan melahirkan atlet yang yang bisa memberi warna dan mengharumkan Indonesia di pertandingan level mahasiswa baik dalam dan luar negeri," ujar Menpora.
Menpora meminta para atlet yang menjadi juara nantinya dapat diseleksi agar dapat masuk dalam jajaran atlet pelatnas Indonesia untuk dipersiapkan di event SEA Games, Asian Games dan Olimpiade di masa yang akan datang. Ia juga berharap Porseni ini dapat terus dilaksanakan ke depannya.
Sebelumnya, Direktur Politeknik Negeri Jakarta Abdillah menyampaikan Porseni ke-12 diikuti 44 kontingen dari seluruh Indonesia dengan mempertandingkan 11 cabang olahraga selama tujuh hari.
11 cabor itu di antaranya atletik, basket, futsal, bulutangkis, catur, panjat tebing, voli, tenis meja, karate, pencak silat, taekwondo dan 6 cabang seni yaitu menyanyi solo, puisi, karikatur, fotografi, kaligrafi, monolog.
"Kegiatan ini diikuti sebanyak 1.449 peserta atlet dan 193 ofisial, diharapkan nantinya lahir atlet yang membanggakan politeknik dan mengharumkan nama bangsa dikancah nasional dan dunia," kata Abdillah dalam laporannya.
Apresiasi atlet non medali
Dalam kesempatan ini, Menpora juga mengatakan bahwa pihaknya terus mendukung para atlet yang belum berhasil meraih medali di Asian Games. Dukungan tersebut yaitu berupa apresiasi uang pembinaan Rp 20 juta per atlet.
"Setelah Asian Games ini mari kita semua menyongsong Olimpiade 2032 di Indonesia, usai itu Indonesia juga akan bidding Piala Dunia, kita pasti bisa asalkan yakin, bersatu dan optimis jangan pesimis apalagi nyinyir sebelum bertanding," kata Menpora dilanjutkan dengan berlari mengelilingi Stadion Sepakbola UI bersama para peserta Porseni.
Baca juga:
Menpora: Meski jadi PNS, atlet tetap bekerja di pelatnas
Kemenpora siapkan atlet untuk berlaga di Olimpiade Tokyo 2022
Menpora pastikan bonus Asian Games 2018 segera cair, ini besarannya
Sukses Asian Games 2018, Menteri Olahraga Sri Lanka ingin belajar dengan Indonesia
Kirab Pemuda 2018 diharapkan bisa bantu Kemenpora cari bibit atlet