LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. PERISTIWA

Menpar kepincut media sosial dan online buat gaet jutaan turis asing

Menurut Menteri Pariwisata, Arief Yahya, promosi melalui media massa Internet dan media sosial lebih efektif.

2015-08-26 16:18:45
Pariwisata Indonesia
Advertisement

Pesatnya penggunaan Internet dikembangkan menjadi media massa dan media sosial saat ini terus berkembang. Menteri Pariwisata Arief Yahya melirik keunggulan itu buat menarik minat wisatawan asing datang ke Indonesia sebanyak 20 juta orang‎ hingga empat tahun ke depan.

Menurut Arief, pada saat ini, perkembangan dunia digital sudah sangat pesat. Bahkan, anak-anak muda saat ini dengan mudah menunjukkan sebuah tempat dikunjunginya melalui media sosial. Dia mengatakan, tanpa disadari hal itu menjadi sebuah promosi tidak langsung kepada jutaan orang di dunia.

"Inilah hebatnya media online dan media sosial yang mampu mempromosikan dan menceritakan sebuah wisata menarik. Bahkan, dalam promosi ini jauh lebih cepat dilihat melalui online," kata Arief, dalam acara bincang-bincang di Sanur Santrian, Sanur, Bali, Rabu (26/8).

Yahya meyakini, dengan berkembangnya dunia digital, membuka kesempatan mempromosikan pariwisata di daerah masing-masing dengan akses cepat. Bahkan, buat merencanakan sebuah pelesiran, saat ini sudah dapat diatur lewat Internet.

"Karenanya, target kunjungan harus tercapai hingga 2019 bisa 20 juta wisatawan, dan Bali harus mampu menunjang hingga 10 juta, bukan lagi 8 juta," ujar Yahya.

Terkait hal itu, Direktur Enterprise And Business Service Telkom, Muh. Awaluddin, menyebut ‎pengaruh media sosial menjadi pertimbangan sangat mendorong perkembangan platform digital pariwisata berbasis ICT.

"Memang keberadaan online menjadi dampak besar yang dapat mengembangkan dan membesarkan jaringan ICT ini," kata Awaludin.

Awaludin melanjutkan, saat ini kecenderungan masyarakat dunia sudah mengarah ke Hyper Connected Society, sehingga untuk mempromosikan pariwisata di Indonesia ini akan lebih efektif.

"Digital marketing lebih personal, memiliki jangkauan yang luas dan dapat diimplementasikan dalam waktu cepat," ujar Awaluddin.

Baca juga:
Banyuwangi jadi tuan rumah Tabuhan Island Pro Kiteboarding
Pemerintah cari cara agar 1.500 kapal pesiar dunia mampir Indonesia
Rizal Ramli minta branding sektor pariwisata Indonesia harus jelas
Kondisi terumbu karang Indonesia memprihatinkan
Wisata 'rafting' tak berizin marak di Bogor
Museum Brawijaya, saksi perjuangan tentara Indonesia lawan penjajah

(mdk/ary)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.