Menlu Retno sebut WNI yang ditangkap di Saudi karena terlibat teror
Retno mengaku masih perlu mendalami kebenaran informasi tertangkapnya WNI itu.
Seorang warga negara Indonesia (WNI) dikabarkan ditangkap di Arab Saudi karena diduga terlibat terorisme. WNI yang tertangkap merupakan salah satu di antara 34 orang yang terdiri dari 14 warga negara Arab Saudi, sembilan warga negara Amerika Serikat, tiga warga negara Yaman, dua warga negara Suriah, satu warga negara Filipina, satu warga negara Uni Emirat Arab(UEA), dan satu warga negara Kazakhstan.
Menteri Luar Negeri (Menlu) Retno LP Marsudi membenarkan tertangkapnya satu WNI tersebut. Menurutnya hal ini diketahui setelah dirinya berkomunikasi dengan otoritas Arab Saudi.
"Benar memang ada satu warga Indonesia yang diduga terlibat kegiatan-kegiatan teror di sana. Dari hasil komunikasi dengan otoritas setempat, memang diperoleh informasi bahwa satu WNI," kata Retno di Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Rabu (3/1).
Meski demikian, Retno mengaku masih perlu mendalami kebenaran informasi tertangkapnya WNI itu. Karenanya, hingga saat ini belum bisa disampaikan secara gamblang terkait identitasnya.
"Pada hari ini akan dikirim notifikasi resmi dari pihak otoritas Saudi yang akan memberikan detail informasi mengenai WNI," imbuhnya.
Pihaknya telah meminta kepada Arab Saudi agar diberikan akses untuk bertemu dengan WNI yang bersangkutan. Namun belum ada jawaban.
"Saya sedang menunggu laporan lebih lanjut apakah kita bisa membuka akses dan bertemu dengan WNI tersebut," tukasnya.
Baca juga:
Satu WNI ditangkap aparat Saudi, KBRI belum dapat pemberitahuan
Arab Saudi tahan 33 tersangka terorisme, salah satunya WNI
Pemerintah pastikan satu WNI tertangkap diduga teroris di Riyadh