Menkum HAM marahi Kakanwil, sidak lapas dari narkoba tapi terjadwal
"Sekarang kau ubahlah waktu dan tempatnya," kata Yasonna sambil geleng-geleng.
Menteri Hukum dan HAM Yasonna Hamonangan Laoly, menegaskan bahwa Kementeriannya terus berbenah usai mendapat kritikan keras atas peredaran narkoba dan kepemilikan handphone di dalam lembaga pemasyarakatan (Lapas) dan rumah tahanan (rutan). Dalam hal ini, Yasonna memberikan arahan kepada seluruh Kepala Kantor Wilayah (Kakanwil).
Dalam arahan tersebut, Yasonna memberikan kesempatan untuk menyampaikan mana saja lapas atau rutan yang akan dijadikan pilot project atau proyek percontohan.
Dalam arahan melalui teleconference, Yasonna sempat geram kepada Kepala Kanwil Aceh. Dirinya menyebutkan, pilihan Kanwil sangatlah tidak menantang.
"Jangan kamu pilih lapas di kampung, enggak ada orang, kamu percuma nanti ke sana. Beda kalau di Jakarta," ujar Yasonna di kantor Kemenkum HAM, Jalan Rasuna Said, Jakarta Selatan, Kamis (14/4).
Bukan hanya itu, Kakanwil Aceh pun juga membuat Yasonna geram soal sidak di lapas. Sebab menurut Yasonna, jika geledah jangan justru diberitahu kapan waktunya.
"Kalau kau mau geledah, jangan dikasih tahu waktu dan tempatnya. Nanti mereka pada siap-siap, kalian geledah nanti sudah nggak ada," ujarnya.
Hal yang serupa terjadi pada Kakanwil Palembang. Sebab, kepala kanwil menyebut akan melakukan penggeledahan lapas dalam upaya zero narkoba pada Senin malam.
"Kamu itu jangan dikasih tahu. Sekarang kau ubahlah waktu dan tempatnya," kata Yasonna sambil geleng-geleng kepalanya.
Baca juga:
Menkum HAM: Masa kita mau lebih parah dari keledai
Sweeping Lapas Kerobokan, 15 paket sabu dan ratusan ekstasi disita
Sidak lapas Bangli, polisi temukan kertas togel & klip bekas sabu
Napi mengamuk, Lapas Tanjung Gusta gagal digeledah