Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Menkum HAM: Masa kita mau lebih parah dari keledai

Menkum HAM: Masa kita mau lebih parah dari keledai Yasonna H Laoly. ©2016 merdeka.com/arie basuki

Merdeka.com - Maraknya peredaran narkoba dan juga alat-alat komunikasi di dalam lembaga permasyarakatan (Lapas) seolah tak pernah surut. Menteri Hukum dan HAM Yasonna Hamonangan Laoly menegaskan, bahwa hal tersebut tamparan keras bagi kementeriannya.

"Kita dikritik keras. Itu kita jadikan bahan koreksi lakukan perbaikan ke depan agar tak tersandung masalah yang sama. Keledai saja tak mau tersandung dua kali, masa kita mau lebih parah dari keledai, memalukan sekali," tegasnya di Kantor Kemenkum HAM, Jalan Rasuna Said, Jakarta Selatan, Kamis (14/4).

"Itu agar narkoba dan HP, tidak lagi kita temukan lagi di Lapas dan Rutan. Makanya kita minta Kanwil tentukan pilot project, walaupun harusnya sudah semua Lapas dan Rutan," tambahnya.

Bahkan politisi PDIP ini mengancam jajarannya di seluruh divisi akan dicopot dari jabatannya jika tidak mengindahkan instruksinya dalam menetapkan Lapas dan Rutan sebagai bebas narkoba dan handphone.

"Kalau Kepala Lapas tak kooperatif ya akan diganti, bahkan di atasnya juga kalau begitu. Narkoba di penjara ini masif sekali," tegasnya.

Menurut Yasonna, dalam permasalahan narkoba bukan hanya tanggung jawab kementeriannya. Tapi juga seluruh pihak dan masyarakat Indonesia.

"Ini persoalan bangsa bukan hanya masalah Kemenkum HAM saja. Kita semua harus menjadi bagian dari solusi demi menyelesaikan masalah ini," pungkasnya.

(mdk/hhw)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP