LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. PERISTIWA

Menko PMK: Nekat akan Kami Karantina, Percuma Mudiknya

Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy menegaskan pemerintah tidak main-main terkait adanya larangan mudik untuk masyarakat.

2021-05-11 11:14:00
Larangan Mudik
Advertisement

Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy menegaskan pemerintah tidak main-main terkait adanya larangan mudik untuk masyarakat.

Muhadjir mengatakan, pemerintah telah jauh-jauh hari berkoordinasi agar Satgas Covid-19 dapat bersiaga mulai dari tingkat dusun, kelurahan, hingga kabupaten/kota sehingga masing-masing juga telah menyediakan tempat karantina bagi pemudik yang nekat sampai di kampung halaman.

"Tadi saya sudah meminta jaminan dari Kemendes PDTT dan Kemendagri bahwa pembiayaan untuk itu akan ada dan sudah disediakan. Jadi ini tidak main-main pemerintah untuk memperketat mudik ini sampai di tujuan akhir dari mereka yang nekat mudik. Yang datang juga akan kita tangani, kita urus betul, kita karantina. Akan percuma saja nanti mudiknya," katanya saat melakukan pengecekan langsung ke Gerbang Tol Cikarang, dikutip dalam keterangan pers, Selasa (11/5).

Advertisement

Dia pun mengatakan Bupati Bekasi Eka Supria Atmaja, Wakapolres Metro Bekasi AKBP Rikson Situmorang, dan Kasat PJR Ditlantas Polda Metro Jaya Kompol Akmal, memastikan proses penyekatan aktivitas calon pmudik di gerbang tol tersebut berjalan lancar. Muhadjir pun mengapresiasi langkah para Polantas hingga Kementerian Kesehatan.

Sementara itu berdasarkan laporan Ditlantas, Muhadjir mengungkapkan bahwa proses pemutarbalikkan calon pemudik yang masih nekat telah diatur sedemikian rupa. Oleh karenanya, tidak terjadi kekisruhan apalagi sampai menimbulkan kerumunan massa.

"Karena ini berkaitan dengan masalah kesadaran, yang belum sadar disadarkan. Kalau pun seandainya nanti memang akhirnya ada yang lepas pemudik itu pasti tetap akan diurus sampai di tingkat tujuan akhir dia," bebernya.

Advertisement

Kemudian pada kesempatan tersebut, Kasat PJR Ditlantas Polda Metro Jaya Kompol Akmal meyakinkan bahwa pihaknya terus bersiaga 24 jam guna mengantisipasi pergerakan calon pemudik. Untuk itu, tidak ada perbedaan penjagaan siang ataupun malam.

"Jadi 24 jam kita di sini simultan bergantian perjam. SOP dalam melakukan pergantian juga sama, jadi tidak ada perbedaan jam pemudik bisa lolos atau tidak. Kita 24 jam selalu ada di lapangan dan melakukan pengecekan, tidak ada perbedaan sama sekali karena SOP-nya sama," tegas Akmal.

Menko PMK menegaskan sebelumnya bahwa pelarangan mudik ini bukan untuk memutus silaturahmi. Tetapi untuk memutus penularan Covid, terutama dari desa ke kota.

"Apalagi kini secara global Covid sedang meningkat tajam. Ini juga demi keselamatan orang tua, sesepuh, dan sanak saudara di kampung. Silaturahmi (berbagi kasih sayang) di masa pandemi tetap bisa dilakukan dengan teknologi," bebernya.

Baca juga:
Tolak Putar Balik, Pemudik Motor Matikan Kendaraan di Kedungwaringin
Anies ke Pedagang Pasar Mayestik: Terima Kasih Tidak Mudik
Pengemudi Bus AKAP Mengeluh, Tak Ada Pemasukan Selama Larangan Mudik
Potret Sunyi Terminal Arjosari Malang pada H-3 Lebaran
Belum Cukup Umur, Remaja Bermobil Mewah Nekat Terobos & Tabrak Polisi
Sepinya Agen Bus AKAP Terdampak Larangan Mudik

(mdk/bal)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.