Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Pengemudi Bus AKAP Mengeluh, Tak Ada Pemasukan Selama Larangan Mudik

Pengemudi Bus AKAP Mengeluh, Tak Ada Pemasukan Selama Larangan Mudik Penumpang Bus AKAP di Terminal Kampung Rambutan. ©2021 Merdeka.com/Iqbal S Nugroho

Merdeka.com - Larangan mudik untuk kedua kalinya pada masa Lebaran berdampak besar pada ekonomi pengemudi bus Antar Kota Antar Provinsi (AKAP). Sama seperti tahun lalu, bus-bus yang biasanya mengangkut penumpang kini hanya terparkir di terminal.

Salah satu pengemudi bus AKAP Merak-Bekasi, Sumanto mengatakan, tak ada pemasukan selama masa larangan mudik. Sebelum adanya larangan mudik, sebenarnya pendapatan sudah turun namun masih bisa untuk bertahan hidup.

"Sekarang sama sekali tak ada. Bisa dilihat semua terparkir disini. Orang-orang takut mudik karena ada larangan pemerintah. Sebelum ada larangan masih ada sedikit buat dibawa ke rumah," ujar Sumanto kepada merdeka.com di Terminal Bekasi Timur, Jawa Barat, Selasa (11/5).

Sumanto melanjutkan, kebijakan larangan mudik ini sama sekali tidak mempertimbangkan kesejahteraan pengemudi bus. Padahal, para pengemudi berharap jika ada larangan mudik pemerintah bisa memberi bantuan.

"Ini namanya nggak adil mba. Tapi kami mau protes ke siapa. Mudik dilarang, padahal itu mata pencaharian kami. Rata rata istri kami tidak bekerja, mereka jaga anak. Kami juga pusing, perut harus diisi, kontrakan harus bayar, anak anak minta baju Lebaran," katanya.

Dia berharap, pemerintah bisa memberikan bantuan paling tidak selama adanya larangan mudik. Bantuan pun diharap bisa diberikan langsung tanpa adanya perantara. Artinya dibagikan sesuai dengan perusahaan bus bekerja.

"Semua pasti memohon bantuan. Tapi jangan lagi dipersulit. Cukup berikan ke mandor kami bekerja, mereka punya data karyawannya. Kami yakin bantuan sekecil apapun saat ini sangat berarti," tandasnya.

(mdk/azz)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP