LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. PERISTIWA

Menko Luhut akui ada dana dari Australia bantu teroris di Indonesia

"Informasi itu sedang kita dalami karena tidak sesederhana itu untuk mengungkapnya," kata Luhut.

2015-12-21 14:01:57
Terorisme
Advertisement

Pemerintah tengah mengusut aliran dana terorisme dari Australia ke Indonesia. Pemerintah juga berkomitmen bekerja sama dengan penegak hukum asal Australia untuk mengungkap kasus tersebut.

Menko Polhukam Luhut B Pandjaitan mengakui jika memang ada aliran dana dari Australia yang dikirim ke Indonesia untuk membantu kegiatan terorisme. Dia juga mengakui tidak mudah mengungkap hal ini.

"Ya memang benar ada, informasi itu sedang kita dalami karena tidak sesederhana itu untuk mengungkapnya," kata Luhut saat jumpa pers bersama Jaksa Agung Australia George Brandis di Kantornya, Jakarta, Senin (21/12).

Luhut mengharapkan Pusat Pelaporan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) dan pemerintah Australia bisa memberikan informasi yang lebih detail dana tersebut. Namun pemerintah Indonesia sudah melakukan penyelidikan dana tersebut.

"Tadi enggak dibahas dalam pertemuan ini, tapi dibahas pertemuan di bawah (Lembaga di bawah koordinasi Kementerian Polhukam)," ujar dia.

Seperti ketahui, Wakil ketua PPATK, Agus Santoso mengatakan, saat ini ada aliran dana untuk kegiatan kelompok teroris di Indonesia dari Australia. Oleh sebab itu, PPATK Indonesia akan bekerjasama dengan PPATK Australia untuk menyelidiki aliran dana tersebut.

Dukungan aliran dana tersebut tidak mencapai angka jutaan dolar. Aliran dana itu diduga untuk kegiatan teroris membuat peralatan bom dan buku yang dilakukan di Indonesia.

"Kalau perkembangan Indonesia yang lokal ada yang cukup besar, mencapai Rp 7 miliar. Jaringannya sudah masuk ke bisnis. Yang bahaya itu kami tengarai masuk ke usaha kimia," kata Agus Santoso di JIEXPO Kemayoran, Jakarta, Senin (23/3).

Sedangkan saat diwawancarai Stasiun Televisi ABC bulan lalu, Agus menyatakan, tersangka yang mengirim uang dari Australia adalah perempuan asal Jawa berstatus WNI. Dia disokong suaminya warga kulit putih setempat. Semua rekening yang mengirim uang atas nama perempuan itu.

PPATK mendapat laporan, pertama kali transaksi mencurigakan ini dari rekan mereka, Pusat Analisis Transaksi Australia (INTRAC). Dana mencurigakan itu, rutin dikirim sejak 2012. Sebagian uang belum dicairkan, masih mengendap di perbankan Tanah Air.

"Uang ini ditransfer ke 10 rekening berbeda," kata Agus.

Baca juga:
RI-Australia kerjasama operasi intelijen dan penanganan terorisme
Tjahjo sebut agama adalah benteng menangkal wabah ISIS di Indonesia
Ancaman 'konser' ISIS, Presiden Jokowi minta Kapolri jangan lengah
Terduga ISIS mau ngebom Indonesia besar-besaran biar disorot dunia
Polri sebut para teroris berencana ledakkan pejabat Indonesia
Kisah inspiratif orang-orang serukan anti-Islamophobia
Densus 88 tangkap terduga teroris di Sukoharjo

(mdk/rnd)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.