RI-Australia kerjasama operasi intelijen dan penanganan terorisme
Merdeka.com - Menko Polhukam Luhut Binsar Pandjaitan melakukan pertemuan dengan Jaksa Agung Australia George Brandis untuk membahas hubungan bilateral. Pertemuan tersebut membahas persoalan terorisme yang menjadi ancaman dunia.
"Kami membahas tiga isi menyangkut masalah counter terorist, cyber security, inteligent operation. Tiga area ini menurut Pak George, ini pertemuan pertama kali dan historical meeting," kata Luhut saat jumpa pers di Kantornya, Jakarta, Senin (21/12).
Menurut Luhut, pertemuan dengan pejabat pemerintah Australia ini akan menjadi reguler. Selanjutnya, pada tahun 2016 pemerintah Indonesia akan berkunjung ke Australia.
"Kerja sama kita akan kompak, agar ada masalah segera diselesaikan untuk menghindari (hubungan) waktu-waktu lalu, pertemuan sering ini banyak sharing," ujar dia.

Menko Polhukam Luhut Binsar Panjaitan melakukan pertemuan dengan Jaksa Agung Australia George Brandi ©2015 Merdeka.com
Sementara di kesempatan yang sama, Jaksa Agung George Brandis mengatakan, pertemuan ini membahas kerja sama tentang keamanan masalah ketahanan terorisme seperti adanya Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS). Kemudian pembahasan lain kerjasama intelijen.
"Mungkin dalam pagi ini saya diskusikan soal teroris melalui acara umum dan spesifiknya akan disampaikan Pak Luhut dari Indonesia. Australia kontra teroris yang akan datang bersama perjanjian. Pak Luhut akan mengimplementasikan kerjasamanya," kata George.
Pertemuan tersebut dihadiri oleh Kapolri Jenderal Badrodin Haiti, Menteri Hukum dan HAM Yasonna Laoly, dan Kepala BIN Letjen (Purn) Sutiyoso. Sedangkan Australia, Jaksa Agung George Brandis, Menteri Hukum Michael Keenam, Kepala Kepolisian Australia dan pejabat Australia lainnya. (mdk/hhw)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya