Menko AHY: Infrastruktur Jadi Penentu Masa Depan Keberlanjutan
AHY menegaskan bahwa pembangunan infrastruktur menjadi titik paling nyata dalam mewujudkan agenda keberlanjutan dan ketahanan iklim.
Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) menegaskan bahwa pembangunan infrastruktur menjadi titik paling nyata dalam mewujudkan agenda keberlanjutan dan ketahanan iklim.
Menurutnya, infrastruktur tidak hanya berfungsi mendorong pertumbuhan ekonomi, tetapi juga menjadi kunci dalam menciptakan pembangunan yang tangguh, inklusif, dan ramah lingkungan di tengah tantangan perubahan iklim global.
AHY menegaskan bahwa pembangunan infrastruktur menjadi titik paling nyata dalam mewujudkan agenda keberlanjutan dan ketahanan iklim.
Pertumbuhan Ekonomi
Menurutnya, infrastruktur tidak hanya berfungsi mendorong pertumbuhan ekonomi, tetapi juga menjadi kunci dalam menciptakan pembangunan yang tangguh, inklusif, dan ramah lingkungan di tengah tantangan perubahan iklim global.
"Infrastructure is where sustainability becomes real,” ujar Menko AHY dalam pidatonya pada Ecosperity Week 2026 di Singapura.
Menurut Menko AHY, perubahan iklim tidak lagi dapat dipandang sebagai ancaman masa depan, tetapi tantangan nyata yang sedang dihadapi masyarakat saat ini.
Ia mencontohkan bencana besar akibat Siklon Senyar di Sumatera yang menyebabkan lebih dari seribu korban jiwa dan jutaan warga terdampak.
“Adaptasi bukan lagi skenario masa depan. Adaptasi adalah biaya yang harus kita bayar hari ini,” katanya.
Menko AHY juga menjelaskan pemerintah Indonesia saat ini tengah mempercepat pembangunan infrastruktur adaptif, termasuk proyek Giant Sea Wall Pantura yang menjadi salah satu prioritas strategis nasional pada era Presiden Prabowo Subianto.
Proyek sepanjang 575 kilometer tersebut dirancang tidak hanya untuk perlindungan pesisir, tetapi juga menjaga ketahanan pangan, kawasan industri, serta keselamatan jutaan masyarakat pesisir Jawa.
“Ini bukan sekadar tanggul laut. Ini tentang upaya melindungi masa depan ekonomi negara dan masyarakat kita,” ujar Menko AHY.
Mitigasi Perubahan iklim
Sementara itu, Chairman Temasek Teo Chee Hean turut menegaskan adaptasi iklim kini sama pentingnya dengan mitigasi perubahan iklim.
Menurutnya, kemampuan beradaptasi akan menjadi faktor penting dalam menjaga stabilitas ekonomi global dan kesinambungan pembangunan jangka panjang.
Menko AHY didampingi Deputi Bidang Koordinasi Pembangunan Perumahan dan Sarana dan Prasarana Permukiman, Ronny Hutahayan; serta Staf Khusus Menteri Sigit Raditya dan Herzaky Mahendra Putra.