Menkes Minta Daerah Aglomerasi Solo Raya Tingkatkan Capaian Vaksinasi Covid
Menurut Menkes, saat ini ada sekitar 60 juta stok vaksin yang beredar di kabupaten dan kota di Indonesia. Jumlah tersebut seharusnya cukup untuk pelaksanaan vaksinasi. Budi menyampaikan, capaian vaksinasi juga tergantung kepada pimpinan daerah masing-masing.
Menteri Kesehatan, Budi Gunadi Sadikin, meninjau pelaksanaan vaksinasi Covid-19 di Pagelaran Keraton Surakarta. Dalam kesempatan tersebut, Budi meminta daerah aglomerasi Kota Solo meningkatkan capaian vaksinasi. Apalagi, lanjut dia, ketersediaan vaksin secara nasional masih cukup besar.
"Vaksin yang sudah datang itu jumlahnya ada 200 juta dosis lebih. Tapi yang divaksinasi baru sekitar 140 juta dosis. Kita minta daerah sekitar Solo segera meningkatkan capaian," ujar Budi, Rabu (29/9).
Menurut dia, saat ini ada sekitar 60 juta stok vaksin yang beredar di kabupaten dan kota di Indonesia. Jumlah tersebut seharusnya cukup untuk pelaksanaan vaksinasi. Budi menyampaikan, capaian vaksinasi juga tergantung kepada pimpinan daerah masing-masing.
"Biasanya memang sangat tergantung kepala daerahnya. Kalau bupati atau wali kotanya aktif dan masyarakat aktif harusnya bisa lebih lancar," jelasnya.
Terkait capaian vaksinasi di Kota Solo dan sekitarnya, menurut Menkes, sejauh ini cukup baik. Pihaknya mencatat hingga saat ini capaian vaksinasi di Kota Solo sebesar 115 persen. Sementara untuk daerah sekitar, masih para kisaran 50 persen.
"Kota Solo itu sudah 115 persen, tapi kan banyak sekali orang dari luar yang ikut vaksin. Bahkan lebih banyak daripada orang yang KTP Solo. Jadi saya juga terima kasih karena sudah dibuka untuk warga yang nonKTP Solo, itu penting sekali, karena baru 50 persen aglomerasi sekitar Solo."
Budi juga mengapresiasi pihak Keraton Surakarta yang sudah membantu percepatan vaksinasi dengan menyelenggarakan kegiatan vaksin untuk kerabat keraton dan masyarakat umum.
"Kota Solo dan sekitarnya perlu lebih banyak yang divaksinasi. Dan Pak Presiden ingin 70 persen di bulan September," katanya.
Namun, dikatakannya, yang lebih penting adalah para guru, karena belum semuanya divaksin. Sehingga harus diutamakan. Untuk anak-anak, lanjut dia, umumnya yang terkena kecil sekali.
"Kalaupun ada anak-anak yang kena biasanya tanpa gejala dan nggak masuk rumah sakit," katanya.
Sementara itu, upaya lain yang dilakukan oleh pemerintah untuk mempercepat capaian vaksin di sekitar Solo adalah mengalihkan sebagian kuota vaksin untuk Solo ke daerah lain.
"Kalau Kota Solo kan sudah melebihi target capaiannya, jadi kami kasihnya mungkin ke kabupaten lain atau juga kasih ke Solo tetapi untuk KTP non-Solo," tutup Budi.
Baca juga:
Genjot Herd Immunity, Polda Metro Buka Gerai Vaksinasi di Wilayah Aglomerasi
Ahli Biologi Molekuler: Terlalu Prematur Bicara Vaksin Booster Berbayar
Katadata: 70 Persen Masyarakat Tidak Setuju Vaksin Berbayar
Pasokan Vaksin Covid-19 Terbatas, Capaian Vaksinasi di Ciamis Masih 22 Persen
Bangkit di Tengah Pandemi Lewat Karya Kerajinan Tangan Makrame
Cara Mengatasi Fobia Jarum Suntik saat Vaksinasi Covid-19