Menhub Budi minta Pelindo IV serius kelola Makassar New Port
Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi kembali meninjau pembangunan Makassar New Port (MNP), Rabu (12/9). Dia mendatangi kawasan MNP hasil reklamasi yang kini luasnya telah mencapai 50-60 hektare, dengan didampingi Dirut PT Pelindo IV Doso Agung.
Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi kembali meninjau pembangunan Makassar New Port (MNP), Rabu (12/9). Dia mendatangi kawasan MNP hasil reklamasi yang kini luasnya telah mencapai 50-60 hektare, dengan didampingi Dirut PT Pelindo IV Doso Agung.
Kepada awak media, Budi mengatakan telah menugaskan PT Pelindo IV untuk menjadikan MNP ini jadi suatu pelabuhan yang sangat bermartabat.
"Kita memang telah tugaskan kepada PT Pelindo IV untuk men-deadlock pelabuhan Makassar New Port ini jadi suatu pelabuhan yang sangat bermartabat, dengan kapasitas yang harus cukup," kata Budi Karya Sumadi di Makassar.
oleh karena itu, sudah dilakukan reklamasi 50-60 hektare dengan panjang dermaga 360 meter, draf dengan kedalaman 16 meter. Diharapkan bisa mengelola kontainer sebanyak 500 hingga 1 juta teus.
"Karena kapasitasnya besar, saya minta ke PT Pelindo IV untuk dilaksanakan dengan seksama, sudah dilakukan efesiensi dengan baik tapi juga penting ini bagaimana industri-industri yang ada di Makassar saling kolaborasi dengan PT Pelindo IV sehingga ekspor, impor yang masuk dan keluar dari dan ke Makassar ini meningkat," jelasnya.
Tujuannya, tambah Budi Karya Sumadi, adalah bagaimana efesiensi itu tercapai, bagaimana kecepatan proses bongkar muat itu tercapai dan juga akhirnya berikan suatu ekspor lebih banyak.
Dan kalau lebih banyak, kata Budi lagi, maka investasi-investasi industri yang ada di Makassar akan bertambah.
Sementara Doso Agung menyebutkan hingga 11 September 2018, pembangunan MNP Tahap IA telah mencapai 82,86 persen terdiri dari Paket A 94,84 persen, Paket B 82,58 persen dan Paket C 64,84 persen.
"Hingga 11 September 2018, realisasi kegiatan untuk Paket A yaitu upper structure dermaga," kata Doso.
Sementara realisasi kegiatan untuk Paket B meliputi pekerjaan revetment, pengecoran saluran precast, pekerjaan perkerasan paving block dan rigid, serta pekerjaan dredging kolam putar. Untuk Paket C, kegiatan yang sudah terealisasi yaitu produksi core 1-5 kg, produksi underlayer 5-10 kg, pemasangan core breakwater (1-5 kg) dan pemasangan toe protection breakwater (100-160 kg).
Doso mengatakan, sistem dermaga yang diaplikasikan adalah secant pile dengan sistem boring yang bisa mengefisiensikan waktu dan biaya dengan kualitas yang lebih baik, di mana penerapannya baru ada dua di dunia, yaitu di Liverpool dan Makassar New Port.
Baca juga:
Sinergi BUMN, anak usaha PT Pelni incar proyek di Luar Jawa
Oktober 2018, lelang operator Pelabuhan Patimban dimulai
Program Rumah Belajar JICT diganjar penghargaan
Masuk proyek PSN, 16 pelabuhan di Indonesia Timur resmi beroperasi
Dana Rp 1,2 triliun cair dari JICA, PUPR bakal bangun tol layang Pelabuhan Patimban
Kemenhub kaji ulang pembangunan Pelabuhan Patimban dan kereta cepat Jakarta-Surabaya