Menhan soal helikopter presiden: TNI AU sudah mengkaji, kami setuju
Ryamizard tidak ingin isu pembelian helikopter buat presiden makin panas di tengah masyarakat.
Tentara Nasional Indonesia Angkatan Udara (TNI AU) tetap mengusulkan pembelian helikopter jenis Agusta Westland AW101, untuk blusukan Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Jusuf Kalla. Pembelian itu nyatanya telah disetujui Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu.
"Sudah disarankan berkali kali, ya enggak apa-apa. Bukan oke-oke saja, entar salah lagi. Tapi TNI AU sudah mengkaji gitu, yaudah (disetujui)," kata Ryamizard di Gedung Kemenko Polhukam, Jakarta, Rabu (2/12).
Ryamizard menjelaskan, kementerian pertahanan selama ini hanya memberi saran dan setyju atas pilihan TNI AU dalam pembelian heikopter.
"Begini ya, itu semuanya (melalui) kemhan (Kementerian Pertahanan), tapi kan yang paling tahu perlunya kan mereka (TNI AU). Saya lihat ini masuk akal atau enggak, saya tanya katanya harus ngadep presiden Jokowi, ya sudah," ujarnya.
Selain itu, Ryamizard tidak ingin isu pembelian helikopter buat presiden makin ramai di tengah masyarakat. Dia khawatir makin memanas dan terjadi keributan.
"Jangan digede-gedein entar berkelahi lagi tuh, gue engga mau," bebernya.
Sebelumnya, TNI AU berencana membeli tiga helikopter baru VVIP jenis Agusta Westland AW101. Helikopter made in Inggris-Italia ini merupakan helikopter angkut kapasitas menengah yang dapat digunakan untuk kepentingan militer antikapal selam dan sipil.
Baca juga:
Jokowi soal polemik pembelian helikopter asing: Tanyakan ke Kasau
Kegeraman JK lihat TNI AU ngotot beli helikopter asing buat Jokowi
JK minta TNI AU setop pembelian helikopter asing karena bikin ribut
Soekarno presiden pertama di dunia punya helikopter kepresidenan
Si Walet, helikopter kepresidenan hasil lobi Soekarno-Kennedy