Menhan sebut Australia malu-maluin kalau sampai ajak perang
"Kalau orang bener dilindungi iyalah, ini penjahat yang merusak orang kita," ujar Ryamizard.
Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu heran mengapa pemerintah Australia bersikeras membebaskan terpidana mati kasus narkoba Bali Nine yang bakal dieksekusi di Indonesia. Padahal, kata Ryamizard, terpidana kasus narkoba sudah banyak membunuh orang dengan mengedarkan narkoba.
"Masak gara-gara penjahat pakai perang. Malu-maluin tuh. Kalau orang bener dilindungi iyalah, ini penjahat yang merusak orang kita," ujar Ryamizard di Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis (5/3).
Ryamizard mengatakan setiap tahunnya ada 18.000 orang meninggal akibat narkoba. Di Indonesia ada sekitar 4 juta lebih yang direhabilitasi. Atas hal itu, katanya, seharusnya pelaku kejahatan narkoba dihukum seberat-beratnya bukan malah dibela.
"Coba yang direhab 4 juta lebih. Yang direhab tapi tidak bisa lagi, satu, dua calon mati. Yang buat siapa? Orang-orang ini. Kan pantes dihukum mati. Kalau dia tidak dihukum mati, lagi di dalam penjara aja dia bisa kendalikan bisnis dari dalam penjara, dilepas, waduh, itu bayangin, luar biasa itu tambah-tambah lagi, bahaya," ujarnya.
Baca juga:
Selfie dengan 2 Bali Nine, polisi Indonesia dihujat warga Australia
DPR dukung gembong narkoba dihukum mati buat lindungi generasi muda
Terpidana mati Andrew Chan ternyata pendeta muda
Di LP Kerobokan, Duo Bali Nine dikenal aktif di kegiatan sosial
Datangi Nusakambangan, teman dekat ingin bertemu duo Bali Nine