Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Terpidana mati Andrew Chan ternyata pendeta muda

Terpidana mati Andrew Chan ternyata pendeta muda Terpidana mati Bali Nine. ©AFP PHOTO

Merdeka.com - Bagi Arif Mirjaja, sosok Andrew Chan dan Myuran Sukumaran adalah orang yang sangat baik dan kerap menjadi teman yang menarik untuk bertukar pikiran. Bahkan Andrew Chan adalah pendeta muda yang kerap membimbingnya.

"Andrew Chan itu sebenarnya adalah pendeta muda, sedangkan Myuran seorang artis (seniman lukis) yang kerap membagi ilmunya untuk kebaikan terhadap teman-teman di penjara," kenang Arif saat ditemui, Kamis (5/3).

Andrew selama ini menggeluti studi tentang injil di dalam penjara Kerobokan. "Saat saya masuk penjara di tahun 2005, dia sudah aktif dalam studi injil. Dia juga yang membimbing saya untuk bertaubat. Kemudian dia menjadi rohaniwan juga," ujarnya.

Pernah suatu ketika, Andrew berdebat dengan Arif tentang Tuhan. Saat itu, kenang Arif, dirinya mempertanyakan tuhan kepada Andrew. "Saya pernah berdebat dengan Andrew, saat itu saya bilang Tuhan itu akan hilang seiring manusianya saat mati," kenang Arif.

Namun saat itu, jelas Arif, Andrew tidak marah. "Dia membalasnya dengan berkata, 'Tuhan tidak bisa kamu jangkau dengan pikiranmu, karena dia bukan ide. Tetapi, dia ada di hatimu," ungkap pria kelahiran Jakarta 40 tahun silam itu.

Selain itu, Andrew juga memberikan ilmu yang bisa diaplikasikan dalam kehidupan masyarakat, melalui kelas-kelas di keterampilan dalam penjara. "Dia membuka kelas memasak, kelas komputer, dan kelas bahasa Inggris," jelasnya.

Arif sendiri kini tercatat sebagai pendeta di Gereja Abbelove Jakarta. Sebelumnya, dia ditugaskan di Gereja Abbelove Bali.

(mdk/hhw)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP