LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. PERISTIWA

Menhan Prabowo Bahas Alutsista dengan Sejumlah Dubes

Terkait pertemuan dengan Dubes Korsel, sempat disinggung mengenai rencana pengadaan pesawat KFX/IFX yang sempat tertunda beberapa tahun lalu.

2019-11-06 13:59:28
Menhan Prabowo Subianto
Advertisement

Wakil Menteri Pertahanan (Wamenhan) Wahyu Sakti Trenggono membenarkan kalau Menteri Pertahanan (Menhan) Prabowo Subianto menerima kunjungan dari sejumlah duta besar pada Senin (5/11) di Kantor Kementerian Pertahanan (Kemhan), Jakarta Pusat. Kunjungan itu dalam rangka courtesy call atau kunjungan kehormatan.

Selain itu, kata Trenggono, dalam pertemuan itu juga sempat disinggung pembicaraan terkait alutsista. "Pada intinya courtesy call dan dubes Korea juga pengen minta courtesy call juga sama saya gitu ya," kata Trenggono saat dikonfirmasi, Rabu (6/11).

Beberapa dubes yang melakukan kunjungan ke Kemhan yakni Dubes Korsel Kim Changbeon yang di dampingi Athan Capt (Navy) Jung Yeonsu, dan First Secretary Ma Sungmin, lalu Dubes Rusia Lyudmila Georgieva Vorobieva, dan Dubes Jordania Abullah Sulimam Abu Rohman.

Advertisement

Terkait pertemuan dengan Dubes Korsel, sempat disinggung mengenai rencana pengadaan pesawat KFX/IFX yang sempat tertunda beberapa tahun lalu. Wahyu mengatakan, hingga saat ini pihaknya masih mengkaji pengadaan pesawat itu.

"Khusus KFX/IFX sedang didalami, dipelajari sebetulnya manfaatnya dapatnya apa juga? Itu kan penting karena itu teknologi tinggi pesawat tempur enggak sembarangan nah di level mana nanti kita dan kemudian kita punya sampai kemampuan seperti apa," ujar Wahyu.

Selain manfaat, lanjutnya, faktor biaya juga menjadi kendala. Sebab harga pesawat KFX/IFX disebut mencapai USD 2 miliar. Di sisi lain Presiden Joko Widodo (Jokowi) menegaskan agar menekankan mengurangi impor dalam pengadaan alutsista.

Advertisement

"Karena nilainya mahal sampai USD 2 miliar. Jadi belum bisa jawab kelanjutannya karena masih perlu kajian," pungkas Trenggono.

Baca juga:
Kunjungi PT Pindad, Prabowo Ingin Pertahanan Indonesia Tak Dipandang Remeh
Bahas Panser Buatan Pindad, Menhan Prabowo Akan Terbang ke Filipina
Sambangi PT Pindad, Prabowo Persiapkan Industri Pertahanan
Hari-Hari Prabowo Menikmati Jabatan Menteri
Duta Besar AS Tanggapi Soal Kabar Prabowo Diundang ke Amerika
Prabowo Jadi Menteri Jokowi, Lemhannas Sebut Konflik Pascapemilu 2019 Mereda

(mdk/ded)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.