Mengapa saat Gunung Anak Krakatau Meletus Muncul Petir?
Gunung Anak Krakatau meletus disertai kilatan petir. Fenomena alam ini juga terjadi pada gunung berapi lainnya:
Saat Gunung Anak Krakatau meletus, tiba-tiba muncul petir yang saling menyambar. Padahal saat itu tak ada pertanda akan hujan. Petir-petir itu muncul bersamaan dengan keluarnya bebatuan dari perut gunung.
Fenomena seperti juga pernah terjadi saat letusan Gunung Calbuco di Chili, pada April 2015. Letusan yang terjadi pada malam hari itu berubah menjadi terang akibat kilat yang muncul.
Lalu, apa penyebab munculnya petir saat Gunung Anak Krakatau dan gunung-gunung lain meletus?
Ada Gesekan Material Saat Gunung Meletus
Ada satu komponen utama yang membuat terbentuknya sebuah petir yaitu pemisahan muatan besar antara dua massa. Jika pemisahan muatan menjadi cukup besar maka mampu mengalahkan hambatan udara, membuat jalur udara terionisasi, dan menghantarkan listrik dalam bentuk kilat.
Panas dan pergerakan di dalam gunung berapi dianggap sebagai sumber pertama pengisian partikel, meskipun proses utama partikel abu mendapatkan muatan adalah gesekan.
Ketika abu dengan muatan netral (pecahan batu) bersentuhan dengan objek lain dengan kualitas elctrostatic yang berbeda, elektron dapat berpotensi mengalir dan salah satu objek dapat bermuatan relatif terhadap yang lain.
Ada Kandungan Air
Saat meletus, gunung berapi juga mengeluarkan air berbentuk uap. Menurut studi yang dilakukan oleh McNutt & Williams pada 2010, kandungan air dari erupsi jauh lebih besar daripada kandungan air saat terjadi badai petir. Studi ini juga menemukan, kemungkinan ada inti zat air agar bisa menciptakan petir.
Dipengaruhi oleh Suhu
Ketinggian abu erupsi juga terkait dengan munculnya petir. Fenomena ini bisa terjadi saat abu erupsi semakin tinggi sekitar 7 sampai 12 kilometer. Jika abu erupsi membumbung tinggi, maka besar kemungkinan terjadi kilatan petir yang cukup dahsyat. Sedangkan gumpalan abu yang lebih rendah sekitar 1 sampai 4 kilometer, terjadinya kilatan petir hanya di dekat lubang gunung berapi.
Suhu atmosfer juga berperan dalam pembentukan petir. Suhu yang lebih dingin akan menciptakan jumlah es yang lebih besar saat erupsi, sehingga menyebabkan lebih banyak gesekan dan aktivitas listrik.
Efek Musiman
Dalam sebuah penelitian dalam Bulletin of Volcanology pada 2010, efek musiman mempengaruhi terjadinya kilatan petir saat gunung meletus. Kilat-kilat itu muncul di musim dingin daripada di musim panas.
Temuan ini menunjukkan bahwa aktivitas petir didorong oleh air yang ikut keluar bersama magma menuju atmosfer.