Mengapa Cuaca Akhir-Akhir Ini Terasa Makin Panas? Begini Penjelasan BMKG
Bukan perasaan kita saja yang merasakan akhir-akhir ini udara terasa terik. Tapi memang faktanya begitu.
Bukan perasaan kita saja yang merasakan akhir-akhir ini udara terasa terik. Tapi memang faktanya begitu.
Berdasarkan informasi BMKG, suhu udara yang terasa semakin terik di berbagai wilayah Indonesia dalam beberapa pekan terakhir bukan disebabkan oleh fenomena heatwave atau gelombang panas seperti yang biasa terjadi di negara-negara subtropis.
Suhu di Indonesia masih tergolong dalam batas wajar, meskipun terasa tidak nyaman akibat meningkatnya intensitas panas di permukaan.
BMKG menegaskan bahwa kondisi panas ekstrem ini kemungkinan masih akan berlangsung hingga akhir Oktober atau awal November 2025. Durasi tersebut bergantung pada waktu mulai masuknya musim hujan di masing-masing daerah.
Lalu apa penyebabnya?
3 Penyebab Utama Cuaca Panas
Ada 3 penyebab utama cuaca panas. Berikut penjelasannya:
1. Posisi Semu Matahari yang Optimum
Saat ini, gerak semu Matahari telah berada sedikit di selatan ekuator. Akibatnya, wilayah Indonesia bagian tengah dan selatan menerima penyinaran matahari yang lebih intens. Kondisi ini membuat suhu udara meningkat secara signifikan, terutama di siang hari.
2. Angin Kering dari Australia
Fenomena panas juga dipengaruhi oleh angin timuran yang bertiup dari Benua Australia. Angin ini membawa massa udara kering yang menyebabkan awan sulit terbentuk. Tanpa awan sebagai peneduh alami, sinar matahari langsung menyentuh permukaan bumi, membuat cuaca terasa lebih terik dari biasanya.
3. Minimnya Tutupan Awan
Meski sebagian wilayah mulai memasuki musim hujan, pembentukan awan di sejumlah daerah masih minim. Akibatnya, sinar matahari dapat menembus langsung tanpa penghalang, sehingga suhu permukaan meningkat dan udara terasa jauh lebih panas, terutama pada siang hari.