Menengok kesiapan TNI menyerbu Abu Sayyaf demi bebaskan WNI
"Saya sebagai Panglima TNI sudah siapkan tindakan tegas!"
Kasus penyanderaan 10 orang WNI oleh kelompok teroris Abu Sayyaf pada akhir Maret lalu belum selesai. Bukannya berkurang, sandera WNI justru bertambah empat orang pada Jumat (15/6) kemarin. Kelompok Abu Sayyaf lakukan pembajakan kapal berbendera Indonesia, yakni kapal tunda TB Henry dan Kapal Tongkang Cristi, di perairan perbatasan Malaysia-Filipina.
Dengan adanya dua kasus penyanderaan tersebut, pihak TNI segera bersiaga menyiapkan sejumlah upaya. Itu dilakukan guna membebaskan para sandera tersebut.
Bahkan Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo, menegaskan pihaknya sudah menyiagakan tiga matra kesatuan yang ada di tubuh TNI, seperti pasukan darat, laut maupun udara untuk mengambil tindakan.
"Saya sebagai Panglima TNI sudah siapkan tindakan tegas baik di laut, di darat sampai di hutan saya siap. Kemudian saya akan laksanakan koordinasi dengan panglima angkatan senjata Filipina dan Malaysia untuk bersama sama lakukan patroli dan koordinasi," ujar Gatot dalam peringatan HUT Kopasus Ke-64, Cijantung, Jakarta Timur, Sabtu (16/4) kemarin.
Gatot menjelaskan, pasukannya sudah dibagi dalam dua tim guna menjaga perbatasan dua negara, yakni Filipina dan Malaysia. Setelah itu, di wilayah Filipina dan Malaysia akan diambil oleh militernya masing-masing.
"Namun, apabila terjadi sesuatu di wilayah Malaysia ataupun Filipina, maka saya akan koordinasikan siapa yang cepat maka dia yang boleh ke sana, dan adalah ini langkah-langkah yang segera dilakukan. Apabila Indonesia dan Filipina sudah melakukan MoU untuk kerja sama patroli militer terkoordinasi, maka pasti jadi aman. Tapi kenyataannya sekarang kan tidak aman" ujarnya.
Senada dengan Panglima TNI, Kepala Staf Angkatan Darat Jenderal TNI Mulyono menegaskan, anggota Kopassus sudah siap bergerak kapan pun untuk membebaskan 14 WNI yang disandera kelompok Abu Sayyaf.
Dirinya menyebut, bahkan Kopassus sudah siaga dalam menyiapkan pasukan pembebasan sandera, dan tinggal menunggu komando untuk melaksanakan operasi pembebasan tersebut.
"Pada akhir Maret kita dikejutkan dengan penyanderaan 10 ABK WNI oleh Abu Sayyaf. Saya apresiasi kecepatan prajurit Kopassus yang dalam waktu singkat siap laksanakan pembebasan sandera meskipun sampai sekarang pemerintah Filipina masih mengambil langkah internal," ujar Mulyono, kemarin
"Namun Kopassus selalu siap maju jika sewaktu-waktu dibutuhkan," pungkasnya.
Baca juga:
Fadli Zon minta pemerintah kreatif lepaskan WNI sandera Abu Sayyaf
4 WNI disandera, pemerintah tunggu hasil negosiasi perusahaan
4 WNI kembali disandera, TNI kerahkan pasukan di perbatasan Filipina
KSAD sebut Kopassus siap tempur bebaskan 10 WNI di Filipina
Abu Sayyaf bersedia kurangi uang tebusan sandera