Mendagri sebut dalang bentrok di Makassar mesti dihukum
Tjahjo meminta penyelidikan adil dan melalui bukti-bukti.
Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tjahjo Kumolo meminta Pemerintah Kota Sulawesi Selatan, polisi, dan TNI membentuk tim khusus mengusut bentrokan di Makasar pada Minggu (7/8) pekan lalu. Bentrokan melibatkan polisi dan Satpol PP berujung menewaskan Bripda Michael Abraham Rieuwpassa.
"Kami minta segera bentuk tim investigasi terpadu antara Pemprov (Sulsel), TNI dan polisi dengan dasar laporan dan CCTV yang ada. Harus dibuktikan siapa yang memang bersalah," kata Mendagri usai menghadiri pelantikan praja Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) di kampus IPDN, Jatinangor, Kabupaten Sumedang, Senin (8/8).
Menurutnya, aturan tetap harus ditegakkan pada pihak yang kali pertama membuat onar. "Yang salah harus sanksi karena sudah tidak etis sesama aparat," ungkapnya.
Tjahjo berharap tim investigasi bisa segera membuktikan dalang bentrok meluas sampai Balai Kota Makassar tersebut. "Dibuktikan siapa yang salah. Makanya dibentuk tim investigasi," ungkapnya.
Dia menambahkan, situasi Makassar pasca bentrok sudah relatif lebih aman. Namun tim investigasi harus membuktikan dalang kericuhan dan hukum tetap ditegakkan.
"Saya kira sudah langsung teredam. Imbauan tidak perlu, tapi tim investigasi dan hukum tetap harus ditegakkan," tandasnya.
Baca juga:
Mendagri sebut sesama aparat harus melindungi, bukan saling bunuh
Polri duga bentrok polisi dengan satpol PP berlatar masalah pribadi
Tim Mabes Polri investigasi kasus bentrokan Satpol PP vs polisi
Nasib polisi muda tewas ikut bentrok lawan Satpol PP
Mengapa aparat keamanan di Indonesia kerap bentrok?