Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Mendagri sebut sesama aparat harus melindungi, bukan saling bunuh

Mendagri sebut sesama aparat harus melindungi, bukan saling bunuh Tjahjo Kumolo. ©2015 Merdeka.com

Merdeka.com - Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tjahjo Kumolo bereaksi atas peristiwa bentrokan antara Satuan Polisi Pamong Praja dan polisi di Makassar, Sulawesi Selatan, Minggu (7/8) kemarin. Menurut dia, kericuhan sesama aparat tidak terjadi.

"Sudah tidak etis sesama aparat polisi, PNS, ini saling berkelahi dan saling bunuh. Ini tidak pada tempatnya," kata Tjahjo usai menghadiri pelantikan praja Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN), di kampus IPDN, Jatinangor, Kabupaten Sumedang, Senin (8/8).

Tjahjo berharap, peristiwa bentrokan sesama aparat ini tidak terulang. Karena menurut dia seharusnya aparat bisa memberikan contoh melindungi rakyat, bukan membikin warga ketakutan.

"Ini saya kira yang terakhir. Karena kalau tidak akan jadi preseden. Di mana kantor dirusak, dikit-dikit dibunuh, dikit-dikit keroyok. Padahal harusnya saling lindungi," ujar Tjahjo.

Bentrokan berawal dari cekcok antara anggota Sabhara Polrestabes Makassar , Bripda Akmal, dengan anggota Satpol PP, Safri, di anjungan Pantai Losari. Safri lantas menganiaya Akmal. Akmal kemudian melapor ke SPKT Polrestabes Makassar. Selanjutnya dia divisum dan BAP.

Polrestabes Makassar sudah memperingatkan supaya anggotanya tidak melakukan aksi pembalasan. Namun usai apel pengamanan pada Sabtu (6/8) malam, terjadi pelemparan di pos atau kantor Satpol PP, di dalam kawasan Kantor Balai Kota Pemkot Makassar. Dalam kejadian itu, Bripda Michael Abraham Riewpassa (22) tewas terkena tikaman senjata tajam.

Kepolisian saat ini sudah menjamin keamanan di lokasi supaya tidak terjadi bentrok susulan. Kapolda Sulsel, Irjen Pol. Anton Charliyan, meminta anak buahnya menahan diri dan tak memperkeruh situasi.

(mdk/ary)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP