Menag: Korupsi terjadi karena ketamakan
Banyak faktor yang menyebabkan seseorang melakukan tindak pidana korupsi.
Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin mengatakan, banyak faktor yang menyebabkan seseorang melakukan tindak pidana korupsi. Salah satunya ialah karena penyelewengan yang dianggap sebuah tradisi.
Namun begitu, faktor lain yang juga mempengaruhi seseorang melakukan korupsi ialah sifat tamak yang dimiliki salah seorang tokoh, hingga akhirnya menjerumuskan yang bersangkutan pada tindak pidana korupsi.
Hal itu disampaikan Lukman dalam sebuah seminar berjudul "Kekuatan Perempuan Inspirasi Perubahan. Mulai Jujur Dari Sekarang" di Hotel Sari Pan Pacifik, Jakarta.
"Selain sistem orang dipaksa penyelewengan sudah jadi tradisi, mau bersih malah jadi aneh. Tapi yang lebih utama korupsi karena ketamakan, rakus, enggak pernah puas," katanya, Sabtu (23/4)
Dia meyakini semua agama apapun melarang umatnya untuk melakukan tindak pidana korupsi. Oleh karenanya, politikus Partai Persatuan Pembangunan (PPP) itu mengimbau agar semua pihak menghindari sifat-sifat yang mendekati untuk melakukan korupsi.
"Rasa tidak pernah cukup selalu kurang. Jadi hanya Agama mengajarkan rasa cukup. Cukup apa yang kita dapatkan harus kita syukuri, udah jamin rizki setiap kita dijamin Tuhan selama kita mau upayakan maksimal," pungkasnya.
Baca juga:
Menag: Korupsi terjadi karena ketamakan
Kata Menteri Lukman soal manfaat besar main Twitter
Menteri Agama akui banyak ketua RT dan lurah lakukan pungli nikah
Menteri Lukman akui banyak kegiatan di Kemenag cuma buang-buang duit
Tambahan 10 ribu kuota haji batal, Menag tagih janji Raja Salman
Menag imbau anak buahnya untuk sering pantau berita keagamaan