Megawati: Dunia Satu Bumi, Perang Tak Seharusnya Jadi Pilihan
Megawati Soekarnoputri menilai perang masih terjadi karena dunia melupakan persatuan sebagai sesama penghuni bumi. Ia juga mendorong perdamaian berkelanjutan.
Ketua Umum DPP PDI Perjuangan, Megawati Soekarnoputri, menilai konflik dan peperangan terus berlangsung karena dunia mulai kehilangan kesadaran bahwa umat manusia hidup di satu bumi yang sama.
Pandangan tersebut ia sampaikan setelah mengikuti rangkaian kegiatan Zayed Award for Human Fraternity 2026 di Abu Dhabi, Uni Emirat Arab, Kamis malam waktu setempat.
“Dari semua pembicaraan yang saya dengar, memang mereka berkeinginan bahwa mereka semua merasakan bahwa bagaimana dunia ini sepertinya akan mulai melupakan sebetulnya kehidupan kita itu satu, satu bumi,” ujar Megawati dikutip Antara, Jumat (6/2).
Menurut Megawati, pada era modern saat ini, peperangan seharusnya tidak lagi menjadi jalan penyelesaian konflik antarbangsa.
“Dan seharusnya mestinya sudah selesai, tidak ada perang. Yang ada harusnya diteruskan dengan perdamaian. Dan itu tentunya juga masuk ke dalam peran wanita,” tegasnya.
Pancasila Nilai Universal
Dalam forum internasional tersebut, Megawati kembali memperkenalkan Pancasila sebagai konsep yang dinilainya relevan untuk menjawab tantangan global, khususnya dalam membangun persaudaraan umat manusia.
Ia menyampaikan bahwa nilai-nilai Pancasila, terutama sila kemanusiaan, bersifat universal dan sejalan dengan semangat Human Fraternity yang diusung Zayed Award.
“Kalau masalah kemanusiaan, seperti yang saya katakan ketika hari pertama dengan Pancasila itu, sebenarnya bisa menjadi sesuatu yang universal,” katanya.
Megawati menjelaskan bahwa prinsip-prinsip dalam Pancasila dapat diadaptasi oleh masyarakat global untuk memperkuat keselarasan antarumat manusia.
“Ketuhanan Yang Maha Esa bisa diadopsi dari kemanusiaan dan yang lainnya, terutama dalam diskusi masalah kemanusiaan karena Human Fraternity itu,” tuturnya.
Peran Perempuan
Selain isu perdamaian, kehadiran Megawati sebagai tokoh perempuan senior di dunia politik juga menarik perhatian para delegasi internasional. Ia mengaku banyak menerima pertanyaan terkait konsistensinya memimpin partai politik besar hingga kini.
“Saya banyak sekali ditanya, bagaimana kok bisa sampai hari ini saya masih menduduki sebagai Ketua Umum partai dan masih aktif,” ujar Megawati.
Dalam kesempatan yang sama, Megawati juga menyinggung apresiasi peserta forum terhadap kemajuan regulasi di Indonesia, khususnya perlindungan hukum bagi perempuan dan anak.
“Saya merasa bangga bahwa kita sudah punya undang-undang untuk perempuan dan perlindungan perempuan dan anak. Mereka kaget sekali bahwa kok bisa sampai terjadi adanya perundangan seperti itu,” katanya.