Mayoritas Pendukung Jokowi-Ma'ruf Amin di 2019 Pilih Erick Thohir jadi Cawapres
Direktur Eksekutif Indikator Burhanuddin mengatakan, Erick Thohir menerima banyak dukungan dari basis massa Presiden Jokowi dan Wakil Presiden Ma’ruf Amin di Pilpres 2019 lalu.
Menteri BUMN Erick Thohir meraih elektabilitas tertinggi versi survei terbaru Indikator Politik Indonesia. Dia meraih elektabilitas sebesar 15,5 persen, mengalahkan 18 nama cawapres lainnya.
Direktur Eksekutif Indikator Burhanuddin mengatakan, Erick Thohir menerima banyak dukungan dari basis massa Presiden Jokowi dan Wakil Presiden Ma’ruf Amin di Pilpres 2019 lalu.
“Erick Thohir ini loyalis Pak Jokowi. Dia bisa menghimpun dukungan dari para pendukung Presiden Jokowi,” kata Burhanuddin dalam acara Rilis Nasional Indikator Politik Indonesia bertajuk ‘Saling Salip Elektabilitas Capres Cawapres Jelang Pemilu 2024’ secara daring, Minggu (4/6).
Temuan Indikator, Erick Thohir mendapatkan dukungan sebesar 20,0 persen dari basis massa Jokowi-Ma’ruf di Pilpres 2019. Erick Thohir merupakan Ketua TKN Jokowi–Ma’ruf pada 2019 lalu.
Posisi Erick Thohir disusul Menkopolhukam Mahfud MD yang mendapatkan dukungan sebesar 15,7 persen dari basis massa Jokowi-Ma’ruf. Kemudian Ridwan Kamil 13,7 persen, Sandiaga Uno 12,0 persen, dan Agus Harimurti Yudhoyono 4,5 persen.
Petani-Nelayan Dukung Erick Thohir jadi Cawapres
Indikator juga membedah pemicu Erick Thohir meraih elektabilitas tertinggi. Rupanya, Erick Thohir banyak mendapatkan dukungan dari masyarakat akar rumput. Mereka mayoritas berprofesi sebagai petani, peternak dan nelayan.
Temuan Indikator Politik, sebanyak 19,1 persen masyarakat akar rumput memberikan dukungan kepada Ketum PSSI tersebut. Angka ini jadi yang tertinggi jika dibandingkan dengan kandidat cawapres lainnya dalam hasil survei.
Seperti halnya Ridwan Kamil yang berada di belakang Erick Thohir dalam perolehan elektabilitas. Politisi Golkar tersebut hanya mendapatkan dukungan dari akar rumput sebesar 13,8 persen. Sedangkan Sandiaga Uno mendapatkan dukungan akar rumput yang tidak signifikan, yakni hanya 12,2 persen.
Survei Indikator Politik melibatkan 1.230 responden selama periode 26-30 Mei 2023 dengan metode random digit dialing (RDD). Margin of error +/- 2,9% dengan tingkat kepercayaan 95%.
Ikuti perkembangan terkini seputar berita Pemilu 2024 hanya di merdeka.com