LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. PERISTIWA

Mau ditangkap, mantan polisi lompat dari lantai 8 Hotel Aryaduta

Akibatnya, ST mengalami patah kaki dan tangan, serta tak sadarkan diri.

2015-05-01 15:32:16
Save KPK
Advertisement

Satuan Reserse Narkoba Polresta Pekanbaru mengamankan ribuan pil ekstasi dari 10 orang yang diamankan pada Jumat (1/5). Satu orang yang diamankan masih dirawat intensif di rumah sakit karena terluka parah akibat nekat melompat dari lantai 8 Hotel Arya Duta, Pekanbaru.

"Tersangka inisial ST. Dia mengalami patah tulang di kaki dan tangan karena melompat dari lantai 8 hotel tersebut sewaktu akan ditangkap petugas pada pagi tadi," ujar Kepala Satuan Reserse Narkoba Polresta Pekanbaru Kompol Iwan Lesmana Riza, di ruangannya.

Menurut Iwan, ST merupakan pecatan anggota Polri yang bertugas di Kabupaten Rokan Hilir. Tak hanya ST, pelaku lainnya berinisial ZF juga merupakan pecatan dari korps Bhayangkara tersebut.

Iwan menerangkan, diamankannya 10 orang ini berawal dari sebuah kecelakaan mobil di Jalan Gajah Mada Pekanbaru. Dari kejadian ini, pria berinisial AN, pengemudi dari mobil yang kecelakaan, polisi menemukan beberapa bungkusan plastik yang berisi ribuan ekstasi.

"Dari pesan singkat dalam telepon genggam dari yang diamankan ini, ditemukan pesan akan terjadi transaksi ekstasi. Jumlahnya sekitar 5.000 butir yang akan dijual, saat ini baru sekitar 3.000 butir yang ditemukan. Sisanya masih dicari petugas," kata Iwan.

Setelah mengamankan AN, petugas mengetahui keberadaan temannya di Hotel Arya Duta Pekanbaru. Dari kamar 387, petugas mengamankan MR, AL, AB. Selanjutnya di kamar 801 ditangkap pula ZF dan ST.

"Saat diamankan ini, ST nekat memecahkan kaca hotel dan melompat dari lantai 8. Akibatnya, ST mengalami patah kaki dan tangan, serta tak sadarkan diri. Saat ini, ST masih dirawat di Rumah Sakit Bhayangkara," jelas Iwan.

Selanjutnya, sambung Iwan, dilakukan pengembangan di Hotel Dafam. Disini diamankan DC, AR, SM dan JM. Saat penggerebekan, JM diduga over dosis karena mengonsumsi sabu. "JM ini masih belum sadarkan diri dan masih dirawat di rumah sakit," ucap Iwan.

Adapun barang bukti yang diamankan saat ini, tambah Iwan, berupa 3 bungkus plastik yang berisi 3.000 pil ekstasi, data transaksi narkotika, beberapa paket sabu-sabu, uang puluhan juta rupiah dan beberapa dompet.

"Turut pula diamankan bungkusan plastik yang berisi kapsul dan pil yang belum diketahui jenisnya, catatan transaksi, print transaksi uang yang diduga penjualan sabu, beberapa HP dan yang lainnya," terang Iwan.

Dari 10 orang yang diamankan ini, belum satu pun yang ditetapkan sebagai tersangka. Pasalnya, petugas masih melakukan pemeriksaan intensif untuk mengetahui peranan masing-masing orang yang diamankan.

"Statusnya masih diamankan. Tapi dari pesan singkat dari telepon genggam milik JM, pil ekstasi ini akan diserahkan ke ST. Dalam pesan itu, disebut ada sekitar 5.000 pil ekstasi yang dikirim. Saat ini, baru sekitar 3.000 yang ditemukan, sisanya masih dicari," pungkas Iwan.

Baca juga:
Polresta Banda Aceh bekuk anggota Polda terkait narkoba
Anggota Polda Aceh terlibat narkoba terancam dipecat
Cerita polisi narkoba, nyabu di pos hingga cekoki teman sampai OD
Pasok narkoba ke dalam lapas, Brigadir SB ditangkap
Anggota polisi dan kurir narkoba pesta sabu di pos Satlantas

(mdk/ren)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.