Masyarakat Diminta Laporkan Faskes Pasang Tarif Tes Swab Melebihi Standar Pemerintah
Pemerintah mematok rata harga tes usap atau swab test secara nasional maksimal Rp900 ribu.
Pemerintah mematok rata harga tes usap atau swab test secara nasional maksimal Rp900 ribu. Jika ada fasilitas kesehatan yang menerapkan tarif tes usap mandiri atau swab test di atas standar maksimal diminta tak segan melapor.
"Kami sudah ingatkan fasilitas kesehatan berkali-kali agar mematuhi ketentuan soal harga tes usap mandiri," kata Juru Bicara Satgas Covid-19, Wiku Adisasmito, dalam siaran pers diterima, Rabu (21/10).
Wiku menambahkan, masyarakat dapat membuat laporan ke dinas kesehatan setempat. Menurut dia, harga maksimal sudah tak dapat ditawar karena telah diputuskan melalui Surat Edaran nomor HK02.02/I/3713/2020 tentang Batasan Tarif Tertinggi Pemeriksaan Real-time Polymerase Chain Reaction (RT-PCR).
"Dalam keputusan itu sudah mempertimbangkan berbagai aspek termasuk kemampuan finansial fasilitas kesehatan yang menyediakan layanan tes ini, dan penilaian ini sudah dibantu Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP)," jelas dia.
Wiku berharap, pengelola fasilitas kesehatan, bisa mematuhi harga yang sudah ditetapkan oleh Kementerian Kesehatan ini. Selain itu, Wiku juga meminta kepada kementerian, lembaga, TNI, Polri dan Satgas Covid-19 daerah untuk terus menegakkan implementasi protokol kesehatan di lokasi-lokasi yang berpotensi menimbulkan kerumunan.
"Seperti pusat kegiatan ibadah, pusat perbelanjaan, lokasi wisata, fasilitas transportasi, tempat olahraga dan kegiatan kampanye pilkada agar dapat menindak tegas bagi yang melanggar protokol kesehatan," jelas Wiku.
Reporter: M Radityo
Sumber: Liputan6.com
Baca juga:
Magetan Punya Mobil PCR Rp4 Miliar, Komentar Warganet Ini Justru Bikin Salah Fokus
Satgas Covid-19 Minta Masyarakat Laporkan Faskes Tak Patuhi Ketentuan Tarif Tes Swab
Dinkes Minta Warga Bandung Melapor Jika Harga Tes Swab Melebihi Ketentuan
Pelaku Usaha Pariwisata di Samosir Protes Kewajiban Swab dan Rapid Test
CEK FAKTA: Hoaks Terlalu Lama Pakai Masker Bisa Pengaruhi Hasil Rapid dan PCR