Marsekal Hadi Tjahjanto, Panglima pengawal tahun politik 2018-2019
Marsekal Hadi Tjahjanto, Panglima pengawal tahun politik 2018-2019. "Netralitas TNI menjadi taruhan kita, jangan sampai ada satu prajurit pun yang tidak netral. Kita harus membuktikan diri sebagai prajurit yang professional," tegas Hadi.
Salah satu peristiwa penting yang terjadi di akhir tahun 2017 adalah pergantian Panglima TNI. Presiden Jokowi menunjuk Kepala Staf TNI AU Marsekal Hadi Tjahjanto menggantikan Jenderal Gatot Nurmantyo.
Marsekal Hadi dilantik tanggal 8 Desember lalu di Istana Negara. Keesokan harinya serah terima jabatan digelar di Mabes TNI Cilangkap, Jakarta Timur.
Dia adalah perwira TNI AU kedua yang menjabat sebagai Panglima TNI. Sebelumnya ada Marsekal Djoko Suyanto yang kemudian menjadi Menko Polhukam di era Presiden SBY.
Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto berjanji akan meneruskan program Minimum Essential Force (MEF) atau kekuatan pokok minimum yang telah memasuki Rencana Strategis (Renstra) 2014-2019 tahap kedua. Untuk memenuhi hal tersebut, Marsekal Hadi tengah menggodok penambahan sejumlah alat utama sistem persenjataan (alutsista).
"Di antaranya adalah pemenuhan pesawat tempur, kemudian ada beberapa pesawat transport, radar, dan kapal selam," kata Hadi usai dilantik Presiden Jokowi di Istana Negara, Jakarta, Jumat (8/12).
Selain pemenuhan kekuatan militer, Hadi juga dihadapkan pada tantangan untuk mengawal keamanan di tahun politik 2018 dan 2019 bersama kepolisian. Isu-isu SARA diramalkan akan kembali memanas selama Pilkada serentak dan Pilpres.
Menghadapi itu, dia mengingatkan agar seluruh personel TNI menjaga netralitas pada tahun politik. Hadi menegaskan, tugas TNI adalah menjaga agar pelaksanaan Pilkada serentak tahun 2018 berjalan lancar dan tidak ada hal-hal yang mengganggu stabilitas nasional.
"Netralitas TNI menjadi taruhan kita, jangan sampai ada satu prajurit pun yang tidak netral. Kita harus membuktikan diri sebagai prajurit yang professional dan setia kepada Undang-Undang, Bangsa dan Negara," tegasnya.
Sinergi Marsekal Hadi-Jenderal Tito
Begitu dilantik, Marsekal Hadi juga memperkuat sinergi dengan kepolisian. Berkali-kali terlihat Panglima TNI dan Kapolri Jenderal Tito Karnavian tampil bersama. Misal saat pemberian brevet penerbang tempur di Lanud Halim Perdana Kusuma, 20 Desember lalu.
Saat itu Tito ikut menjajal naik Sukhoi. Kapolri menyatakan ini momen bagus untuk memperkuat sinergi TNI-Polri.
"Lebih dari itu, momentum 30 menit ini juga memberi dampak yang luas kepada institusi. TNI dan Polri dua pilar yang paling utama dalam peran menjaga NKRI," tandasnya.
Panglima TNI Marsekal Hadi menambahkan, tujuan utamanya menggelar pemberian wings atau brevet dan mengajak Tito menjajal naik pesawat Sukhoi semata-mata untuk menjaga hubungan TNI-Polri agar semakin baik.
"Tujuan besarnya adalah kita menunjukkan bahwa soliditas TNI-Polri yang kita bina selama ini kita pertahankan dan akan semakin kuat," ungkap Hadi.
Kedua komandan ini pun kompak terjun langsung dan berkeliling meninjau pengamanan pada malam Natal, 24 Desember lalu.
Saat memberikan arahan di Markas Kodam Tanjungpura, Marsekal Hadi pun kembali menegaskan pentingnya soliditas TNI-Polri.
Dia menjelaskan bahwa pemerintah sedang gencar-gencarnya membangun infrastruktur mulai dari Sabang sampai ke Merauke. Termasuk Trans Sumatera, Trans Papua, Jalur Kereta, Tol Laut dan Jembatan Udara, serta menghilangkan disparitas dalam rangka untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat Indonesia.
Menurut Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto, semuanya itu tidak akan bisa lancar tanpa adanya soliditas antara TNI dan Polri. Oleh sebab itu, sebagai prajurit TNI dan Polri harus tetap menjaga soliditas dalam rangka mengamankan pembangunan yang sudah dan sedang berjalan.
"Sebenarnya soliditas TNI dan Polri sudah terbangun dan terpelihara dengan baik sejak dulu dalam bentuk kerja sama. Sampai saat ini, kita tetap menjaga itu dan bila perlu ditingkatkan lebih tinggi lagi," ujarnya.
Di hadapan ribuan prajurit TNI dan personel Polri, Marsekal TNI Hadi Tjahjanto menyampaikan bahwa dirinya selaku Panglima TNI telah berkomitmen dengan Kapolri Jenderal Polisi Tito Karnavian untuk menunjukkan kepada masyarakat, termasuk prajurit TNI dan personel Polri sampai ke satuan bawah tetap solid dan satu.
Baca juga:
Ramai-ramai dukung keputusan Marsekal Hadi batalkan mutasi 16 Pati TNI
Tiga momen keakraban Kapolri dengan Panglima TNI
Panglima Hadi jajal senjata sniper tembak sasaran bergerak sejauh 400 meter
Safari ke berbagai markas pasukan TNI, Marsekal Hadi ingin kenal dekat
Anggota DPR sebut Panglima anulir mutasi pati TNI tak perlu dipersoalkan