Tiga momen keakraban Kapolri dengan Panglima TNI
Merdeka.com - Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto dan Kapolri Jenderal Tito Karnavian memimpin apel gabungan Operasi Lilin 2017 dalam rangka pengamanan libur Natal dan Tahun Baru 2018. Tito berharap hubungan TNI dan Polri ke depan semakin kompak.
Tito berharap hubungan yang baik antara pimpinan tertinggi kepolisian dengan TNI tidak dirusak anak buah di lapangan. Pesan Tito tersebut mengaca kepada peristiwa anggota Polantas dan TNI yang beberapa kali cekcok di tengah jalan dan kemudian menjadi viral.
Mantan Kapolda Metro Jaya ini mengaku bahwa hubungan TNI-Polri sudah berjalan dengan baik. Karena apa yang diperintahkan oleh Panglima TNI Marsekal Hadi akan selalu dituruti oleh Tito sebagai adik.
"Ada apa-apa saya langsung lapor Panglima, dan Panglima cepat memberikan respons. Beliau adalah kakak saya, pasti saya ikut arahan kakak saya," tegasnya.
Sehari sebelumnya kedua jenderal itu juga bertemu. Kepala Staf Angkatan Darat (Kasad) Jenderal Mulyono dan Kepala Staf Angkatan Laut (Kasal) Laksamana Ade Supandi terlihat mendampingi.

Mereka berjalan beriringan menuju landasan pacu Lanud Halim Perdanakusuma. Empat unit pesawat Sukhoi menanti para jenderal. Mereka akan terbang bersama bertajuk Honor Flight. Ini bagian dari pemberian wings atau brevet dari Tentara Nasional Indonesia (TNI) Angkatan Udara (AU) kepada Kapolri, Kasad, dan Kasal.
Sebelum menaiki pesawat Sukhoi berwarna abu-abu, Kapolri terlebih dahulu melakukan foto bersama dengan para Jenderal TNI. Setelah itu, satu per satu para jenderal mulai menapaki tangga yang membawa mereka ke kokpit pesawat Sukhoi.
Selama lebih kurang satu jam, empat pesawat Sukhoi bermanuver di langit Jakarta. Ini pengalaman pertama bagi Tito Karnavian. Tidak tanggung-tanggung, pesawat tempur yang dicobanya adalah yang tercanggih di dunia.
Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya menjalin hubungan baik dengan Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto, Kepala Staf Angkatan Darat Jenderal Mulyono dan Kepala Staf Angkatan Laut Laksamana Ade Supandi dan jajaran TNI lainnya yang selama ini telah terbangun. Keharmonisan dan kekompakan para jenderal ini diharapkan ikut menular pada anak buah mereka di institusi masing-masing. Sebab, tugas berat ada di pundak TNI dan Polri untuk menjaga kedaulatan negara.

Kapolri menerima brevet dari Panglima TNI ©2017 Merdeka.com/Iqbal S Nugroho
"Lebih dari itu, momentum 30 menit ini juga memberi dampak yang luas kepada institusi. TNI dan Polri dua pilar yang paling utama dalam peran menjaga NKRI," tuturnya.
Panglima TNI Marsekal Hadi menambahkan, tujuan utamanya menggelar pemberian wings atau brevet dan mengajak Tito menjajal naik pesawat Sukhoi semata-mata untuk menjaga hubungan TNI-Polri agar semakin baik.
"Tujuan besarnya adalah kita menunjukan bahwa soliditas TNI-Polri yang kita bina selama ini kita pertahankan dan akan semakin kuat," ungkap Hadi.
Setelah pelantikan Hadi, Tito pun menyempatkan bersilaturahmi dengan Hadi. Jenderal bintang empat itu memboyong sejumlah perwira tinggi Polri. Tito minta maaf tidak hadir saat serah terima jabatan Panglima pada Sabtu (9/12) lalu.

Bagi Hadi, pertemuan seperti ini harus sering dilakukan oleh TNI dan Polri. Tujuannya, agar tidak terjadinya kesalahpahaman dan komunikasi berjalan dengan baik.
"Saya menawarkan ke Kapolri bahwa kegiatan ini akan kita laksanakan terus menerus. Saya juga menawarkan, 'mari kita ngopi bareng di atas kapal di laut, di udara atau di darat'. Ini adalah kegiatan positif agar seluruh prajurit bisa melihat bahwa komitmen kita adalah solid antara TNI dan Polri," kata Hadi di Ruang Hening Mabes TNI, Cilangkap, Jakarta Timur, Senin (11/12).

Usai memberikan keterangan pers, keduanya terlihat saling merangkul. Momen ini pun langsung diabadikan para juru foto.
(mdk/ian)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya