Marbut Masjid gunting baju dan peci sendiri biar disangka dianiaya
Marbut Masjid gunting baju dan pecinya sendiri biar disangka dianiaya. Dia mempraktikkan cara mengikat kaki dan lengan hingga merobek bajunya. Uyu menggunting peci dan baju muslimnya untuk meyakinkan orang bahwa hal itu disebabkan sabetan penganiaya.
Foto marbut Masjid Al-Istiqamah Pamengpeuk dianiaya viral di media sosial. Namun ternyata aksi penganiayaan itu tak pernah terjadi. Uyu Ruhyana mengaku mengarang cerita karena merasa gajinya Rp 125 ribu terlalu kecil.
Bagaimana pria berusia 56 tahun ini mengikat diri sendiri dan membuat skenario, apakah dia dibantu orang lain?
"Tidak ada yang menyuruh. Ini ide saya sendiri," ujar Uyu saat gelar perkara di Mapolda Jabar, Jalan Soekarno Hatta, Bandung, Kamis (1/3/2018).
Dia mempraktikkan cara mengikat kaki dan lengan hingga merobek bajunya. Uyu menggunting peci dan baju muslimnya untuk meyakinkan orang bahwa hal itu disebabkan sabetan penganiaya.
Untuk menambah dramatis suasana, dia mengambil bangku masjid yang bantalannya dilepas. Bangku itu dibiarkan tergeletak.
Sorban yang ada digunakannya untuk menutup wajah. Itu dilakukan seolah-olah terjadi penyekapan. Mukena di dalam masjid dipakai untuk mengikat kaki dan tangannya. Agar tidak kesulitan, dia membuat pola ikatan tertentu supaya mudah mengunci tangannya yang disimpan di bagian belakang tubuhnya.
"Saya memang melakukannya sendiri. Saya khilaf karena butuh uang," terangnya.
"Semalaman saya tidak bisa tidur, sampai akhirnya melakukan perbuatan dibenarkan oleh pemerintah dan agama," pungkasnya.
Baca juga:
Sebar kabar hoax mengaku dianiaya, marbut di Garut jadi tersangka
Motif marbut di Garut berbohong dianiaya karena butuh uang
Mengapa orang mau direkrut masuk jaringan penyebar hoax ?
Polisi bekuk pemilik akun FB Fuad Sidiq terkait grup MCA
Buka Kampung Hukum, ketua MA harap masyarakat sadar hukum di era digital
Polri tak jadi kejar pelaku ujaran kebencian kelompok MCA ke Korsel