Marbot Masjid di Garut berbohong dianiaya, motif ingin diperhatikan
Sebelumnya beredar kabar bahwa seorang marbot Masjid Besar Al-Istiqomah di Ke. Pameungpeuk. Garut berinisal UR dianiaya seseorang tak dikenal.
Polda Jabar memastikan berita penganiayaan seorang marbot Masjid di Pameumpeuk Kabupaten Garut adalah hoax. Hasil pemeriksaan sementara, korban mengakui bahwa peristiwa tersebut merupakan rekayasa dari korban itu sendiri.
"Motifnya adalah masalah ekonomi di mana korban selaku Marbot masjid tidak ada yang memperhatikan," ucap Dirkrimum Polda Jabar, Kombes Umar Surya Fana saat dihubungi, Rabu (28/2).
Sebelumnya beredar kabar bahwa seorang marbot Masjid Besar Al-Istiqomah di Ke. Pameungpeuk. Garut berinisal UR dianiaya seseorang tak dikenal.
Kabar itu tak hanya beredar melalui pesan berantai via whatsApp, namun muncul pemberitaan di sejumlah media online.
Dari pesan itu disampaikan kronologis bahwa UR ditemukan di dalam masjid dalam kondisi tangan kaki terikat, mulut sudah disumpal di samping kursi kayu yang patah sebelum shalat subuh. Di pesan yang tak jelas itu pun disampaikan bahwa korban mengalami luka senjata tajam.
Namun, Umar membantah kabar itu. Pasalnya, pada pukul 11.45 WIB Kapolres Garut dan Ditkrimum Polda Jabar melakukan prarekonstruksi di TKP.
Hasilnya, tidak ditemukan adanya luka sedikit pun pada tubuh korban. Saat subuh pun, polisi yang melakukan patroli di sekitar masjid tidak menemukan aktivitas apapun.
Pada baju memang ditemukan robekan, namun itu dirobek dengan sengaja bukan akibat dari benda tajam golok.
"Kesimpulan sementara bahwa kejadian tersebut adalah rekayasa korban yang meminta diperhatikan sisi ekonominya," jelas Umar.
UR menyatakan bahwa penghasilannya sebagai marbot hanya Rp 125 ribu per bulan. "Motif yang lain atau aktor intelektualnya masih didalami oleh penyidik," ujarnya.
Baca juga:
Dosen penyebar berita hoaks tentang muazin dikenal pribadi tertutup, punya 4 anak
Agar maksimal tebar ujaran kebencian, anggota grup MCA dapat pelatihan IT
Ini cara MCA sebarkan berita hoaks dan ujaran kebencian
Din Syamsuddin: Jangan cuek dan terkesan tak peduli dengan hoaks
Polisi dalami jaringan penyebar hoax ustaz dibunuh PKI di Bandung
Saepuloh, penyebar hoax punya 9 akun di Facebook ditangkap di Bandung
Bareskrim telusuri keterkaitan antara kelompok MCA dan Saracen