Marak Barang Palsu, Ini Cara Jitu Cek Keaslian Bright Gas
PT Pertamina Patra Niaga Regional Jawa Bagian Tengah (JBT) mengimbau masyarakat agar berhati-hati saat membeli tabung gas nonsubsidi 12 kg.
PT Pertamina Patra Niaga Regional Jawa Bagian Tengah (JBT) mengimbau masyarakat agar berhati-hati saat membeli tabung gas nonsubsidi 12 kg. Pasalnya belakangan marak praktik ilegal penyuntikan gas subsidi dari tabung 3 kg ke tabung nonsubsidi 12 kg atau Bright Gas.
Pernyataan tersebut dikemukakan Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Jawa Bagian Tengah Taufiq Kurniawan kepada wartawan di Solo, Senin (30/6). Menurut Taufiq, sebagian kasus tersebut sudah dibongkar Kepolisian.
"Soal Bright Gas kami mengimbau kepada masyarakat utamanya pelaku usaha dan rumah tangga yang menggunakan elpiji Bright Gas sebagai bahan bakar untuk memasaknya, kami imbau agar rajin melakukan scan segel. Kenapa, ini untuk menjamin keaslian tabung tersebut," kata Taufiq.
Lanjut Taufiq, saat dilakukan scan segel, akan muncul informasi mengenai asal usul distributor tabung tersebut. Sehingga tabung yang dibeli oleh konsumen terjamin keaslian atau resmi berasal dari Pertamina.
"Nah ini penting, kenapa? Karena beberapa waktu belakangan ini memang marak diungkap oleh Kepolisian adanya praktik dari oknum yang itu sudah di luar rantai pasok Pertamina. Yang sudah bukan merupakan tanggung jawab dari Pertamina lagi. Yang itu sengaja melakukan penyuntikan dari elpiji 3 kilogram kepada tabung 12 kilogram. Nah ini harapannya masyarakat bisa terhindar," tandasnya.
Menurut Taufiq, para korban bright gas palsu berasal dari sektor peternakan, serta sektor usaha lainnya. Mereka, dikatakannya, kurang memperhatikan secara serius atau tidak mengetahui informasi bahwa ada di QR code di segel Bright Gas yang bisa di-scan.
"Dari scan itu bisa memunculkan informasi soal keaslian produk itu. Atau QR code saat di-scan enggak muncul apapun gitu. Jadi itu merupakan salah satu indikator yang bisa digunakan untuk masyarakat mengidentifikasi keaslian dari tabung tersebut," bebernya.
Taufiq memastikan distribusi Bright Gas palsu tidak terjadi pada agen resmi.
"Rantai distribusi kita jamin enggak ada. Karena si oknum ini enggak mungkin masuk ke rantai distribusi kita. Karena dia pasti head to head-nya dengan truk resmi dengan dengan mobil resmi, jalur distribusi yang resmi," terangnya.
Taufiq menambahkan, imbas dari praktik ilegal tersebut, akhirnya mengurangi jatah pasokan ke masyarakat yang seharusnya mendapatkan jatah subsidi.
Taufiq menyebut kepolisian telah membongkar praktik ilegal penyuntikan elpiji 3 kg ke 12 kg di sejumlah wilayah. Di antaranya Yogyakarta, Kabupaten Semarang dan Temanggung.
"Untuk ciri-ciri fisik mungkin kalau kasat mata kita enggak bisa membedakan. Kalau itu kita enggak scan langsung ya untuk keasliannya yang sulit dibedakan. Kita tidak menjamin kualitas produknya ya, berarti kalau pembelian elpijinya enggak resmi kualitasnya enggak bisa kita jamin. Takarannya juga kita enggak tahu ya, keamanannya juga keaslian dan sebagainya," pungkasnya.