Mantan komandan TNI AL duga Malaysia Airlines dibajak teroris
"Ini bisa menjadi kemungkinan memang ada pihak yang berniat jahat," kata Tedjo.
Pesawat Malaysia Airlines dengan nomor penerbangan MH370 keberangkatan Kuala Lumpur, Malaysia menuju Beijing, China, belum juga ditemukan. Berbagai dugaan penyebab kecelakaan bermunculan, salah satunya adalah sabotase oleh aksi teroris.
Menurut mantan Kepala Staf TNI Angkatan Laut, Tedjo Edhy Purdijatno, hilangnya pesawat Malaysia Airlines terbilang aneh lantaran tidak ada komunikasi terakhir. Sehingga posisi pesawat terakhir tidak dapat diketahui.
"Dalam dunia penerbangan penyebab kecelakaan pesawat bisa saja karena faktor kesalahan manusia, gangguan teknis mesin pesawat dan aksi teroris," ujar Tedjo melalui pesan singkat kepada merdeka.com, Selasa, (11/3).
Ia menuturkan, bisa saja pesawat Malaysia Airlines dibajak teroris. Dugaan itu muncul setelah diketahui ada penumpang menggunakan paspor ilegal.
"Hilangnya pesawat Malaysia Airlines bisa saja disebabkan oleh terorisme, apalagi dengan ditemukannya dua paspor palsu. Ini bisa menjadi kemungkinan memang ada pihak yang berniat jahat dan tidak ingin diketahui identitasnya,” tutur dia.
Sejumlah negara sampai sekarang masih mencari pesawat Malaysia Airlines Boeing 777-200ER tersebut. Pesawat ini membawa 239 penumpang.
Baca juga:
Firman penumpang Malaysia Airlines jebolan ITB tahun 2007
Interpol rilis nama kedua pengguna paspor curian di MH370
Aksi Angkatan Udara Vietnam cari Malaysia Airlines yang hilang
Ini wajah dua orang dengan paspor curian di Malaysia Airlines
Satu penumpang berpaspor curian di Malaysia Airlines warga Iran
Ulama Malaysia: Dukun cari Malaysia Airlines kerja bodoh