Mancing burung, pegawai UNS tewas tersetrum
Mancing burung, pegawai UNS tewas tersetrum. Joko tewas setelah benang pancing dilempar, bukannya burung yang lengket, namun kail pancing itu justru nyangkut kabel listrik yang aktif.
Maksud hati hendak memikat burung menggunakan pancing, Joko Purwanto (43), warga Mangkuyudan, Laweyan, Solo justru tewas tersetrum. Nyawa pria yang bekerja di Bagian Rumah Tangga Program Diploma Teknik Mesin, FIKIP UNS tersebut tak tertolong dan meninggal.
Informasi dihimpun di tempat kejadian menyebutkan, peristiwa terjadi sekira pukul 10.30 WIB. Saat itu korban bersama Rifai rekan sekantornya dan seorang petugas keamanan melihat ada burung lovebird terbang dan hinggap di pintu gerbang Kampus Pabelan, Kartasura. Korban pun ingin meraih burung tersebut. Namun karena letaknya tinggi, ia pun pulang mengambil pancing ikan.
Setelah sampai di lokasi, korban yang membawa pancing dengan ujungnya sudah diberi perekat naik ke gerbang. Setelah benang pancing dilempar, bukannya burung yang lengket, namun kail pancing itu justru nyangkut kabel listrik yang aktif.
"Setelah melempar pancing teman saya langsung mental dan tersetrum. Tapi tidak jatuh ke bawah. Kita segera lapor polisi, tapi saat dievakuasi sudah meninggal," ujar Rifai, Rabu (8/3).
Kapolsek Kartasura AKP Demianus Palulungan membenarkan kejadian tersebut. Peristiwa meninggalnya korban merupakan kecelakaan. Saat ini korban sudah dibawa ke laboratorium Forensik RSUD Dr Moewardi, Solo, untuk divisum.
"Jadi setelah lihat burung, dia ambil pancing di mobilnya. Setelah itu dia manjat tembok pintu gerbang dan pancingnya nyangkut kabel listrik, yang ternyata ada setrumnya. Mungkin karena kaget dia jatuh dan terpelanting. Saat kita datang kondisinya sudah terlentang tak bernyawa," kata AKP Demianus.
Baca juga:
Gali sumur, 3 orang tertimbun pasir 4 meter
Tertimpa bongkahan beton gapura, Supri tewas di tempat
Terperosok saat menggali batu, Herman diduga tenggelam
Dahsyatnya ledakan pabrik kimia di China
Tertimpa atap tribun stadion, pelatih Satpol PP tewas tersetrum
Bocah kehilangan dua tangan dapat pendampingan psikologi
Mesin fogging meledak, wajah hingga dada Siswanto terbakar