Manager bar sebut warna kopi rekonstruksi sama dengan diminum Mirna
Hal itu diketahui setelah manager Kafe Oliver ikut rekonstruksi.
Manager Bar Kafe Olivier, Devi, mengaku sempat menyaksikan dua kali rekonstruksi kematian I Wayan Mirna dengan kopi Vietnam yang diminumnya. Dalam percobaan tersebut, diketahui warna kopi yang dipesan Mirna sama persis dengan warna kopi Vietnam yang dicampur sianida kemudian diaduk.
"Pernah mengetahui 2 kali percobaan. Pertama dilakukan oleh Polda Metro Jaya dan Polsek Tanah Abang, kedua oleh ahli kimia dari Bali," kata Devi di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Rabu (27/7).
Devi mengungkapkan, dalam percobaan saat itu dirinya kurang tahu persis berapa kali adegan. Namun Devi mengaku salah satu adegannya warna kopi ada yang persis dengan kopi dipesan dan diminum Mirna.
"Ada yang mirip, saat itu sudah selesai semua disajikan, lalu kopi suah dituang air panas di gelas, lalu kasih sianida dan diaduk. Nah itu baru mirip, tapi setelah tercampur setelah diaduk," kata Devi.
"Itu ada selain saya yang menyaksikan kok. Ada Rangga, Tegar sama Rossi?" jelasnya.
Sementara itu, selama menjadi manager bar, Devi mengakui sering mendapat komplain. Namun komplain masih terbilang masalah kecil tak sampai menghilangkan nyawa orang.
"Selama menjadi manager bar, sering dapat komplain lalu kita ganti minumannya, kita cicipi. Tapi enggak pernah sampai minuman komplainnya dibawa ke lab, karena tidak menyebabkan pelanggan sampai sakit apalagi meninggal. Komplain paling sekedar kurang manis, kurang gula, tapi kita sudah standar penyajian. Lalu kita ganti yang baru, untuk yang dikomplain kita buang," tutupnya.
Baca juga:
Sempat diperdebatkan, sedotan kopi Mirna dibuang pelayan kafe
Hani sebut hanya janji bertemu dengan Mirna, tapi Jessica minta ikut
Coba kopi Mirna, Manager Kafe Olivier mual & muntah
Saat Mirna kejang, Jessica terlihat gelisah dan celingak celinguk
Usai Mirna kejang, manajer bar langsung cek bahan baku kopi Vietnam
Manajer bar: Tak mungkin sianida masuk ke gelas, pasti disengaja
Pihak Olivier kecewa ucapan Jessica: Kami bukan bisnis pembunuhan