Makkah mulai padat, layanan bus shalawat dihentikan sementara 27 Agustus
Bus shalawat adalah layanan transportasi 24 jam dari hotel mengantarkan jemaah salat ke Masjidil Haram.
Menjelang puncak haji 1438 H, Kota Makkah mulai padat. Jemaah dari berbagai negara terus berdatangan, termasuk jemaah haji dari Indonesia.
Karena padatnya Kota Makkah, layanan bus shalawat akan dihentikan sementara mulai 27 Agustus 2017. Bus shalawat adalah layanan transportasi 24 jam dari hotel mengantarkan jemaah salat ke Masjidil Haram.
“Angkutan shalawat akan berakhir 27 Agustus 2017 atau 5 Zulhijjah 1438, tepatnya mulai pukul 12.00 waktu Arab Saudi,” kata Kepala Bidang Transportasi Subhan Cholid di Makkah, Senin (20/8).
Angkutan shalawat akan mulai beroperasi kembali pasca puncak haji, tepatnya mulai 5 September 2017 atau 14 Zulhijjah 1438 H. Menurut Subhan, penghentian sementara bus shalawat dilakukan setiap tahun, jelang puncak pelaksanaan ibadah haji. Sebab seluruh bus ditarik oleh naqabah (organda Saudi) untuk persiapan angkutan Armina.
“Selama tidak ada pelayaan bus shalawat, jemaah diimbau untuk shalat lima waktu di masjid terdekat dengan hotel,” tuturnya.
Rilis data Sistem Informasi dan Komputerisasi Haji Terpadu (Siskohat) Daker Makkah, sampai Sabtu (19/08) malam, tercatat sudah ada 352 kloter dengan 140.895 jemaah haji Indonesia yang sudah berada di Makkah.
Baca juga:
Indonesia surati Arab Saudi, minta aturan bayar dam diperlonggar
Tim pengawas haji DPR sidak ke penyedia katering jemaah di Madinah
Akhir pekan ini fase terakhir pemberangkatan jemaah dari Madinah ke Makkah
Mengidap penyakit menular, seorang calon jemaah haji asal Jambi batal berangkat
Kementerian Haji Saudi beri hadiah sajadah pada jemaah Indonesia