LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. PERISTIWA

Makin sulit mencari orang jujur

Seharusnya para kaum elit malu akan kejujuran yang dipertontonkan oleh Mulyadi dan bisa mencontohnya.

2016-06-12 10:04:00
Kisah Inspiratif
Advertisement

Kisah Mulyadi, pria berusia 32 tahun yang berprofesi sebagai cleaning service di Mal Kota Kota Kasablanka ini begitu menginspirasi. Bagaimana tidak, tanpa pikir panjang Mulyadi mengembalikan sebuah tas berisi uang sebesar Rp 100 juta yang ia temukan di toilet pria di lantai dasar mal tersebut.

Meski hidup dengan pendapatan seorang cleaning service di Kota Metropolitan seperti Jakarta, tak membuat Mulyadi lantas gelap mata dan menutup rapat-rapat temuannya itu. Ia lantas melaporkan temuan tersebut, sehingga si tas tak bertuan bisa menemui pemiliknya.

Sosiolog Musni Umar mengungkapkan dewasa ini sudah jarang sekali bertemu sosok jujur seperti Mulyadi. Pasalnya, stigma yang terbentuk di tengah masyarakat yakni tak perduli dari mana uangmu berasal, asal mengantongi banyak duit maka kau akan disegani.

"Perubahan kehidupan sekarang ini semua orang menilai karena uang tak peduli ambil uang dari mana mobil bagus, rumah bagus orang itu dihormati uang dari merampok mencuri ini perubahan sikap masyarakat orang punya jabatan dihormati setelah tak punya jabatan jadi harus punya uang agar tetap dipandang," ungkap Musni saat dihubungi merdeka.com.

Permasalahan itu pun sudah sampai bertaraf penyakit kronis. Bagaimana tidak, orang baik dan jujur saat ini malah akan dipandang sebelah mata dan tidak ada tempat di tengah masyarakat. Untuk itu perlu adanya suata cara untuk mengakomodir orang kecil yang jujur dan sederhana.

"Kita hormati orang bukan karena aksesoris tapi yang dipertontonkan itu sendiri, orang jujur tak dihormati orang baik tak dihargai perlu ada acara mengakomodir orang kecil yang jujur sederhana," tuturnya.

"Orang hidupnya mau tinggi enggak salah tapi peroleh kekayaan cara yang tak benar, tapi ada orang kaya raya kuasai hektaran tanah dengan cara tak benar, mafia peradilan," tambahnya.

Seharusnya, lanjut Musni, para kaum elit malu akan kejujuran yang dipertontonkan oleh Mulyadi dan bisa mencontohnya.

"Harusnya elit-elit ini belajar dari orang-orang kecil yang jujur agar hidupnya tak hanya memikirkan duniawi. Hidup belajar dari mana saja. Tak ada kesadaran perbaiki diri strata kehidupan sulit," pungkasnya.

Baca juga:
Yussa Nugraha, pemuda Indonesia yang berprestasi di Belanda
Kembalikan uang Rp 100 juta, Mulyadi ogah diberi kenaikan jabatan
Cerita Mulyadi, CS jujur di Mall Kokas kembalikan uang Rp 100 juta
Pemakaman Muhammad Ali pakai tata cara Islam, dihadiri Erdogan
Mahasiswa Unibraw temukan alat pengusir bau di kandang ayam
Cerita haru calon mahasiswa tak punya uang menangis di pangkuan ibu

(mdk/rhm)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.