LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. PERISTIWA

Maju Pilkada Lewat Partai Lain, Sejumlah Kader PDIP di Jateng Dipecat

Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Jawa Tengah (Jateng) memecat lima kadernya karena dianggap membelot atau memihak ke partai lain pada Pilkada Serentak 2020. Surat pemecatan para kader tersebut bahkan telah diterbitkan DPP PDIP.

2020-10-23 19:52:48
PDIP
Advertisement

Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Jawa Tengah (Jateng) memecat lima kadernya karena dianggap membelot atau memihak ke partai lain pada Pilkada Serentak 2020. Surat pemecatan para kader tersebut bahkan telah diterbitkan DPP PDIP.

Kelima kader yang dipecat PDIP yakni Bupati Semarang, Mundjirin, dan anaknya, Biena Munawa Hatta (Kabupaten Semarang), Dwi Astutiningsih (Blora), Mugiyono (Demak) dan Harjanta (Klaten).

Sekretaris DPD PDIP Jateng, Bambang Kusriyanto, mengatakan tiga dari dua kader itu dipecat karena maju atau mencalonkan diri pada Pilkada 2020 bersama partai lain, atau bukan dari kubu yang diusung PDIP.

Advertisement

"Melanggar disiplin partai dan tidak tegak lurus rekomendasi partai pada Pilkada. Justru malah maju dengan partai lain, sanksinya pemecatan," kata Bambang Kusriyanto, Semarang, Jumat (23/10).

Bambang juga membantah anggapan banyak kader PDIP yang membelot pada Pilkada kali ini. "Kalau lima saya rasa tidak sebanding dengan jumlah kader PDIP yang tersebar di Jateng. Bukan soal banyak sedikit, tapi lebih kepada konsekuensi menjadi kader," jelasnya.

Adapun ketiga kader mencalonkan diri bersama partai lain itu yakni Dwi Astutiningsih yang maju Pilkada Blora melalui Partai Demokrat. Padahal PDIP telah mengusung Arif Rohman-Tri Yulisetyowati.

Advertisement

Sedangkan Mugiyono maju sebagai calon bupati Demak bersama Partai Gerindra. Mugiyono menggandeng Badarudin Ma'shum (Gus Bad). Mugiyono yang kini kader Gerindra memilih menyeberang setelah PDI Perjuangan memberikan rekom ke Eistianah-Ali Makhsun.

Harjanta dipecat karena maju Pilkada melalui partai lain. Padahal di Pilkada Klaten 2020, PDIP sudah memberikan rekomendasi kepada pasangan Sri Mulyani-Yoga Hardana.

Sementara itu dua kader dipecat karena mendukung anggota keluarga yang mencalonkan diri sebagai calon bupati. Mereka yakni Bupati Semarang, Mundjirin, dan anaknya Biena Munawa Hatta, yang menjabat sebagai anggota DPRD Kabupaten Semarang, dipecat sebagai kader PDIP karena dianggap mendukung Bintang Narsasi yang maju sebagai calon bupati di Pilkada Kabupaten Semarang 2020. Bintang Narsasi merupakan istri Mundjirin, dan juga ibu Biena Munawa Hatta.

PDIP Kabupaten Semarang sendiri mengusung paslon Ngesti Nugraha-Basari (Ngebas) di Pilkada Kabupaten Semarang.

Baca juga:
Sekjen PDIP: Penghijauan Risma akan Dilanjutkan Ery-Armuji
KPU Tindaklanjuti Enam Petahana Direkomendasikan Diskualifikasi
Satu Almamater, Wawali Kota Lubuklinggau Bangga Helmi Hasan Maju di Pilgub Bengkulu
Bawaslu Jateng Catat 16 Pelanggaran Protokol Kesehatan di Pilkada 2020
Dukung Azizah-Ruhamaben, Narji Sasar Pemilih Muda di Tangsel
Tidak Cukup Bukti, Laporan Kubu Danny Pomanto ke Erwin Aksa Dihentikan Bawaslu

(mdk/cob)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.