Mahasiswi UGM Ditemukan Tewas di Tikungan Lawu Usai 2 Pekan Hilang: Helm Pecah, Kunci Motor Posisi On & Bekas Rem
Tubuh ditemukan dalam kondisi tertindih sepeda motor di dalam parit pinggir Jalan Raya Cemorosewu–Sarangan.
Harapan keluarga Sheila Amelia Cristanti untuk menemukan putri mereka dalam keadaan selamat pupus sudah. Sabtu (12/4) siang, suasana di sekitar tikungan Lawu Green Forest, tepatnya di kawasan Tamansari, berubah menjadi hening dan penuh keprihatinan.
Sesosok tubuh ditemukan dalam kondisi tertindih sepeda motor di dalam parit pinggir Jalan Raya Cemorosewu–Sarangan, wilayah hukum Polsek Plaosan, Magetan.
Gadis muda asal Madiun itu sebelumnya telah dilaporkan hilang oleh keluarga sejak 25 Maret 2025. Nyaris setelah dua pekan, ditemukan jasad wanita. Delapan jam setelah penemuan, pihak kepolisian akhirnya memastikan bahwa jasad tersebut adalah Sheila Amelia, seorang mahasiswi Universitas Gadjah Mada (UGM) yang dikenal cerdas dan periang.
Sempat Dilaporkan Hilang
Kapolsek Plaosan, AKP Joko Yuhono, mengungkapkan bahwa korban ditemukan dalam keadaan tidak bernyawa.
"Posisinya tertindih sepeda motor di dalam parit dengan kedalaman sekitar 77 sentimeter. Karena tertutup, korban tidak terlihat dari jalan raya," ujarnya dengan nada prihatin.
Kondisi tubuh Sheila saat ditemukan sudah tidak bisa dikenali secara kasat mata. Namun, berkat ciri-ciri khusus seperti penggunaan behel dan gelang di tangan, identitasnya berhasil dipastikan oleh kedua orang tua yang datang ke RSUD dr. Sayidiman Magetan.
“Korban sudah meninggal lebih dari tiga hari saat ditemukan. Keluarga mengenali ciri-ciri fisik dan membenarkan bahwa korban adalah anak mereka,” jelas AKP Joko.
Dari hasil olah tempat kejadian perkara (TKP), ditemukan bekas rem yang mengarah ke lokasi jatuhnya korban. Diduga kuat, Sheila mengalami kecelakaan . Helm yang dikenakannya pecah, masih menempel pada motornya saat ditemukan dan kunci kontak dalam posisi on.
Kisah tragis ini sempat menyebar di media sosial sebelum akhirnya mendapat perhatian pihak berwenang.
Kepedulian warga dan cepatnya respons kepolisian menjadi bagian penting dalam terungkapnya kasus ini.
Jenazah Sheila diserahkan kepada keluarga usai pemeriksaan medis selesai pukul 23.30 WIB. Didampingi kedua orang tua, ia dibawa pulang ke Madiun untuk dimakamkan.
Duka mendalam menyelimuti keluarga, sahabat, dan seluruh komunitas akademik yang mengenal Sheila.