LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. PERISTIWA

Mabes Polri perintahkan pasukan gelar razia senjata tajam

Mabes Polri perintahkan pasukan gelar razia senjata tajam. Polri juga menggelar Operasi Mantap Praja dalam rangka menjaga keamanan pelaksanaan Pilkada Serentak 2018. Operasi terpusat ini salah satu tugasnya juga merazia sajam dan senpi.

2018-03-20 14:45:16
Polri
Advertisement

Polri memerintahkan jajaran di seluruh wilayah untuk melakukan razia senjata tajam (sajam) menyusul maraknya kasus penganiayaan terhadap ulama dan tokoh agama. Kadiv Humas Polri Irjen Setyo Wasisto operasi tersebut digelar sesuai dengan karakteristik wilayah di Indonesia.

Karena itu, teknis penyelenggaraan operasi diserahkan kepada kepala kepolisian masing-masing wilayah, bukan secara terpusat. "Sudah per wilayah yang melaksanakan, artinya sesuai karakteristik wilayah. Misalnya, operasi senjata tajam di Madura, di sana orang sering bawa senjata tajam jadi harus disesuaikan dulu," ujar Setyo di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Selasa (20/3).

Bukan hanya itu, lanjut Setyo, Polri juga menggelar Operasi Mantap Praja dalam rangka menjaga keamanan pelaksanaan Pilkada Serentak 2018. Operasi terpusat ini salah satu tugasnya juga merazia sajam dan senpi.

Advertisement

"Operasi Mantap Praja dalan rangka Pilkada salah satu bagiannya itu melakukan upaya preventif, mencegah jangan sampai beredar senjata api dan senjata tajam secara ilegal," kata dia.

Mantan Wakil Kepala Badan Intelijen dan Keamanan (Wakabaintelkam) Polri itu menyampaikan, sejauh ini terdapat empat peristiwa penganiayaan terhadap ulama. Isu penyerangan ulama selebihnya adalah hoaks.

Namun begitu, dia melanjutkan, pihak kepolisian belum menemukan keterkaitan antara keempat peristiwa penganiayaan terhadap ulama tersebut. "Kelihatannya belum ada kaitannya di sana, masih berdiri sendiri," tutur Setyo.

Advertisement

Reporter: Nafiysul Qodar
Sumber: Liputan6.com

Baca juga:
Luhut 'ancam' Amien Rais, PAN sindir kasus penyerangan tokoh agama
Mantan Ketua NU di Kendal dianiaya orang, polisi sebut murni kriminal
Raker di DPR, Kapolri sebut mayoritas kasus penyerangan ulama hoaks
Jenderal Gatot Nurmantyo bicara soal keamanan negara & Pilpres 2019
Alamat palsu surat ancaman untuk ulama Depok

(mdk/eko)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.