Mabes Polri minta warga dan media waspadai gerakan bawah tanah ISIS
Irjen Pol Ronny Sompie mengungkapkan, jaringan ISIS melakukan gerakannya secara sembunyi-sembunyi.
Meski gerakan Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) tak diekspos melalui media terutama media sosial (medsos), ketertarikan orang-orang tertentu terhadap gerakan tersebut sangat terbuka lebar. Masyarakat dan media diminta aktif melaporkan jika terjadi hal-hal yang mencurigakan di sekitarnya.
Kadiv Humas Mabes Polri Irjen Pol Ronny Sompie mengungkapkan, jaringan ISIS melakukan gerakannya secara sembunyi-sembunyi. Medsos yang sedang membooming tidak bakal mereka gunakan untuk mengajak orang masuk ke gerakan tersebut.
"ISIS tidak diakses oleh media terutama medsos, tapi kemungkinan orang-orang tertentu untuk tertarik, sangat terbuka," ungkap Ronny di Palembang, Senin (23/2).
Oleh karena itu, pihaknya terus melakukan melakukan pengawasan dan deteksi dini terhadap jaringan ISIS di Indonesia. Sebab, gerakan itu disinyalir dapat membahayakan keamanan negara.
"Walaupun belum hal yang ditakutkan, deteksi dini perlu dilakukan. Dan ini sudah dilakukan," kata dia.
Selain itu, Polri juga meminta warga dan media lebih aktif memberikan informasi apapun yang beredar dan mengganggu ketertiban dan keamanan masyarakat sehingga dapat dilakukan langkah-langkah internal dari pihak kepolisian.
"Termasuk juga peran dari media sangat diminta dukungannya, agar bisa ditindaklanjuti," tukasnya.
Baca juga:
ISIS 'cuci otak' anak-anak lima tahun untuk jadi jihadis
Video ISIS bantai 21 warga Kristen di Libya diyakini palsu
Kabur, tiga siswi Inggris jadi 'pengantin' ISIS
ISIS rilis video 'kocak' latihan pasukan khusus bak ninja
Obama: Kita tidak berperang lawan Islam, tapi penyeleweng Islam