Lulung ingat pesan KH Mustafa, jangan persoalkan pemimpin beda agama
Lulung mengatakan setiap orang berhak meyakini agama dan kepercayaan masing-masing.
Imam besar Masjid Istiqlal, KH Ali Mustafa Yaqub meninggal dunia hari ini. Tidak hanya ulama dan kiai, sejumlah pejabat negara pun ikut berduka.
Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta Abraham Lunggana pun ikut mengungkapkan belasungkawa terhadap kepergian Kiai Mustafa.
"Saya mengucapkan turut berduka cita semoga almarhum semasa hidupya diampuni segala dosa-dosanya, diterima amal ibadahnya dan ditempatkan di sisi Allah SWT," kata Lulung di rumahnya di Jakarta Barat, Kamis (28/4).
Haji Lulung mengaku sering berkonsultasi dengan almarhum Kiai Mustafa. Dia mengatakan banyak belajar dari pandangan-pandangan selaku tokoh agama dan menjadi catatan dalam hidupnya. Seperti soal toleransi dalam beragama.
Lulung mengatakan setiap orang berhak meyakini agama dan kepercayaan masing-masing. Semua lintas agama sudah sepakat untuk menciptakan kerukunan umat beragama.
"Menciptakan kerukunan umat beragama itu adalah tujuan dari lahirnya Indonesia," tegas Lulung.
Lulung mengungkapkan almarhum pernah berpesan terkait pelaksanaan pilkada atau pemilihan umum. Diceritakan Lulung jika toleransi beragama telah mencapai kesepakatan, maka persoalan melarang memilih pemimpin yang bukan dari ajaran agama. Sebab itu merupakan ajaran agama yang tidak perlu lagi untuk diperdebatkan.
"Kalau kita sudah melakukan semua itu kita tidak perlu khawatir lagi soal ada agama yang melarang dalam hal ini dalam ajaran agamanya untuk tidak boleh memilih pemimpin dari yang bukan seiman. Itu sudah tidak boleh lagi diperdebatkan karena itu ajaran," papar Lulung.
Tak hanya itu, bagi Lulung apapun yang disampaikan almarhum selalu membekas dan meninggalkan kesan bagi dirinya.
"Setiap hal-hal yang disampaikan itu selalu berkesan seperti persoalan-persoalan teroris. Dikatakannya terorisme tidak ada dalam Islam. Diajarkan yang seperti itu. Karena ajaran Islam itu ajaran yang rahmatan lil alamin," tutup Lulung.
Baca juga:
Didatangi tim penjaringan Cagub Demokrat, Lulung kurang 2 berkas
Jaring bakal cagub DKI, Demokrat sambangi rumah Haji Lulung
Lulung kritik Ahok karena bangun proyek dari dana CSR
Sesumbar lawan Ahok, Lulung malah dicibir kolega di PPP
Romi sebut Lulung figur potensial, tapi elektabilitas tak memadai