Luka Parah Akibat Terbakar, Jari Tangan Korban Selamat Kecelakaan Bus ALS-Truk Tangki Terancam Diamputasi
Tim medis terus memantau perkembangan kondisi korban untuk menentukan langkah medis selanjutnya.
Ngadiono (44) dan Jumiatun (35), pasangan suami istri korban selamat kecelakaan bus ALS-truk tangki di Musi Rawas Utara (Muratara), Sumatra Selatan, telah menjalani operasi kedua. Jari tangan kanan Jumiatun terancam diamputasi.
Kepala Rumah Sakit Bhayangkara Mohammad Hasan Palembang Kombes Pol Budi Budi Susanto mengungkapkan, kondisi Jumiatun menjadi yang paling serius dibandingkan suaminya Ngadiono. Sebab mengalami luka bakar cukup parah, terutama pada bagian tangan kanan.
"Dari kedua korban, kondisi yang paling parah dialami Ibu Jumiatun. Setelah dilakukan tindakan operasi, terlihat tangan kanannya mengalami kerusakan cukup berat sehingga jaringan dan fungsi pembuluh darahnya tidak berjalan normal," ungkap Budi Susanto, Senin (11/5).
Kondisi Korban
Budi menyebut tim medis terus memantau perkembangan kondisi korban untuk menentukan langkah medis selanjutnya. Dokter masih berupaya mempertahankan fungsi tangan korban namun jika kondisinya terus memburuk dan jaringan tidak dapat diselamatkan, maka amputasi harus dilakukan demi keselamatan pasien.
"Ada kemungkinan tindakan amputasi pada bagian jari tangan kanan akan dilakukan demi keselamatan pasien," kata Budi.
Sementara kondisi Ngadiono lebih stabil meski masih menjalani perawatan intensif pasca operasi akibat luka yang dialaminya dalam kecelakaan tersebut. Pihaknya akan memberikan perawatan hingga sembuh total.
"Kondisi bapak Ngadiono untuk sekarang sudah relatif stabil," tutup Budi.