Luhut sebut Jokowi paling lambat umumkan calon Kapolri pada Juli
Luhut kali ini enggan mengomentari soal polemik diperpanjangnya masa jabatan Jenderal Badrodin Haiti sebagai Kapolri.
Menko Polhukam Luhut Pandjaitan yang juga Ketua Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas) masih menunggu Dewan Kepangkatan dan Jabatan Tinggi (Wanjakti) Mabes Polri soal calon Kapolri. Namun, Luhut menyatakan Presiden Joko Widodo akan memutuskan siapa calon Kapolri pada awal Juli setelah Wanjakti menggodoknya di Bulan Juni.
"Paling lambat Juli lah Presiden mutuskan, nama-nama tunggu Wanjakti Polri," kata Luhut di Kantornya, Jumat (27/5).
Luhut kali ini enggan mengomentari soal polemik diperpanjangnya masa jabatan Jenderal Badrodin Haiti sebagai Kapolri. Mantan Kepala Staf Kepresidenan ini hanya menyatakan Wanjakti sendiri belum memunculkan nama calon Kapolri satupun.
"Kita belum bisa ngomong, belum ada dari Mabes Polri," katanya.
Sebelumnya, Anggota Kompolnas Yotje Mende mengatakan Kompolnas akan mengeluarkan nama calon Kapolri untuk diusulkan kepada Presiden Joko Widodo pada bulan Juni 2016 mendatang atau sesuai dengan permintaan dari Menko Polhukam yang juga Ketua Kompolnas Luhut Pandjaitan.
"Ya beliau ancar-ancar, bulan juni itu sudah ada nama," kata Yotje di Kantor Menko Polhukam, Jakarta, Jumat (27/5).
Seperti diketahui, dalam tahapannya nama-nama calon Kapolri ditentukan oleh Wanjakti Polri yang diketuai oleh Kapolri yang menjabat sekarang. Baru setelah ditentukan nama-nama calon Kapolri oleh Wanjakti disampaikan ke Kompolnas untuk dibahas, kemudian baru dilaporkan ke Presiden untuk dipilih atau ditunjuk. Setelah Presiden memilih, nama calon Kapolri akan dibawa ke DPR untuk menjalani rangkaian fit and proper test.
Baca juga:
Jokowi belum putuskan perpanjang Badrodin atau tidak
Fadli Zon desak Jokowi segera putuskan ganti atau perpanjang Kapolri
Luhut sebut tak tutup kemungkinan masa jabatan Kapolri diperpanjang
Rapat di kantor Menko Polhukam, Kompolnas bantah bahas calon Kapolri
Kompolnas: Juni, sudah ada nama calon Kapolri